BANGKALAN, RadarMadura.id – Buah nipah atau dikenal dengan buah bunyok cukup familier di Bangkalan. Buah yang memiliki nama Nypa fruticans itu memiliki ciri khas tersendiri dari segi rasa. Buah ini akan manis ketika musim pancaroba.
Warga Desa Martajasah, Abd. Ghofar Suwarno sering mengonsumsi buah tersebut. Terutama di saat menemani mancing atau sedang santai. Hal itu karena buah tersebut mudah ditemukan di sekitar tambak.
”Sejak kecil saya sudah sering konsumsi ini. Kalau pas lagi mancing itu juga sambil lalu konsumsi ini,” katanya Sabtu (4/11).
Buah nipah tumbuh bebas di sekitar tambak. Tekstur buah mirip buah ta’al ini memiliki ciri daging kenyal. Semakin tua, daging buah ini akan memiliki ciri semakin keras.
”Paling enak itu yang muda, karena ada sari pati atau airnya yang kadang rasanya manis,” tambahnya.
Untuk membedakan usia buah nipah dikonsumsi Ghofar cukup melihat dari warna kulit. Jika warna kulit agak cokelat tua, maka buah nipah itu sudah tua. Kalau yang masih muda, memiliki ciri warna cokelat kekuningan yang cerah.
”Saya ngambil sesuai warna kulit bagian dalam. Jika sudah tua itu sudah tidak enak untuk dimakan,” jelasnya.
Pohon nipah tidak sulit untuk dicari. Namun, buah ini kurang diminati oleh masyarakat. Padahal, dari segi khasiat, buah ini bisa menyembuhkan beberapa penyakit.
”Setahu saya ketika searching, buah itu bisa menyembuhkan kanker dan banyak khasiat lainnya,” terangnya.
Satu tandan buah nipah tersebut berisi kurang lebih 50 buah. Biasanya dia hanya konsumsi untuk dimakan langsung. Padahal dari segi pengolahan buah ini akan lebih nikmat jika dicampur dengan perasa atau sirup.
”Sejauh ini masih saya makan biasa,” ungkapnya. ”Pada musim peralihan ini, kandungan airnya seimbang dan berpengaruh pada rasa nipah yang akan sedikit manis,” ujarnya. (ay/luq)
Baca artikel dan berita menarik dari RadarMadura.id lainnya di Google News
Editor : Hera Marylia Damayanti