BANGKALAN, RadarMadura.id – Keberadaan juru parkir (jukir) di Bangkalan menjamur. Namun, tidak semuanya binaan dinas perhubungan (dishub). Ada 27 jukir yang tidak mau menandatangani kontrak dan menyetor pungutan retribusinya kepada pemerintah.
Jadi, puluhan jukir itu menarik retribusi secara ilegal. Meski begitu, Dishub Bangkalan terkesan membiarkan aksi jukir ilegal tersebut. Buktinya, belum ada langkah tegas meski jukir dan lokasi menarik retribusinya sudah diketehui.
Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pengelola Prasarana Teknis Dishub Bangkalan Irfan Hidayat menyatakan, sebagian jukir merupakan binaan lembaganya. Setiap tahun mereka harus menandatangani kontrak. ”Mereka yang bermitra dengan kami setiap tahun memperpanjang (kontrak) di awal tahun,” katanya.
Tahun ini pihaknya menarget 126 jukir bisa menjadi binaannya. Target tersebut berdasarkan keberadaan izin parkir sebelumnya. Namun dari 126 jukir, hanya 99 yang mau bekerja sama dengan dishub.
”Target ini diambil dari izin sebelumnya. Cuma masih banyak yang menolak kontrak dengan kami,” imbuhnya.
Puluhan juru parkir yang enggan bermitra tersebut memilih jadi jukir liar. Padahal, setiap jukir tidak akan lepas dari pengawasan dan penertiban. ”Sebenarnya itu juga untuk keamanan dan kenyamanan mereka dan legalitas,” terangnya.
Irfan mengeklaim, lembaganya masih melakukan pendekatan persuasif dengan juru parkir ilegal. Karena itu, awal 2024 semua jukir mau menjadi binaan lembaganya. ”Kendala itu pasti ada. Tapi, nanti kami upayakan kembali,” paparnya.
Ketua Komisi A DPRD Bangkalan Syaiful Anam menyampaikan, langkah persuasif yang dilakukan untuk mendekati jukir ilegal sudah cukup tepat. Namun, jika tidak membuahkan hasil, dishub harus mencari solusi lain. Misalnya, melaksanakan forum diskusi bersama jukir.
Langkah itu dilakukan untuk menghindari kebocoran PAD. Di samping itu, penerapan parkir berlangganan bisa ditata dengan baik. ”Harus ada upaya untuk menekan supaya tidak terjadi kebocoran PAD,” tandasnya. (ay/jup)
Baca artikel dan berita menarik dari RadarMadura.id lainnya di Google News
Editor : Ina Herdiyana