BANGKALAN, RadarMadura.id – Dinas Perhubungan (Dishub) Bangkalan boros. Indikasinya, biaya tagihan listrik yang harus dikeluarkan setiap bulannya mencapai Rp 1,2 miliar. Padahal, tidak sedikit PJU yang padam saat malam hari.
Kabid Prasarana Dinas Perhubungan (Dishub) Bangkalan Nasrul Fauzi menyampaikan, lembaganya rutin melakukan pembayaran rekening tagihan listrik.
Tujuannya, untuk menghindari tunggakan dan demi menjaga keberlangsungan penerangan jalan.
”Kalau tidak bayar, lampu pasti akan padam,” katanya Senin (30/10).
Anggaran tagihan listrik PJU yang disiapkan pemkab selama setahun mencapai Rp 12,2 miliar. Setiap bulannya, biaya tagihan yang harus dibayarkan bisa mencapai Rp 1,2 miliar.
Dana jumbo tersebut untuk tagihan 4.500 tiang PJU atau 400 panel listrik yang terpasang di 18 kecamatan di Bangkalan.
”Setoran yang harus kami bayar ke PLN itu kurang lebih Rp 1,2 miliar. Namun, pembayaran itu tidak cukup hingga akhir tahun,” tutur pria yang biasa disapa Nanung tersebut.
Dengan demikian, lembaganya mengajukan tambahan anggaran pembayaran tagihan listrik di perubahan anggaran keuangan (PAK).
Nilai tambahan anggaran yang diajukan mencapai Rp 1,3 miliar. Secara akumulatif, anggaran tagihan listrik PJU mencapai Rp 13,5 miliar.
”Saya memang mengajukan tambahan anggaran untuk tagihan. Karena anggaran semula itu tidak cukup untuk satu tahun,” jelasnya.
Nasrul tidak memungkiri bahwa di sejumlah titik penerangan terdapat PJU yang mati. Namun, jumlahnya tidak banyak.
Pihaknya mengeklaim 80 persen lampu PJU dalam kondisi menyala.
”Yang mati dalam satu panel itu tidak akan lebih dari lima lampu, namun tetap akan kami lakukan kroscek rutin,” pungkasnya. (ay/jup)
Baca artikel dan berita menarik dari RadarMadura.id lainnya di Google News
Editor : Berta SL Danafia