BANGKALAN, RadarMadura.id – Pertunjukan kirab budaya mewarnai peringatan Hari Jadi (Harjad) Ke-492 Bangkalan Selasa (24/10).
Kegiatan yang dilaksanakan di depan Dendopo Agung itu menyedot ratusan pasang mata masyarakat Bangkalan.
Pj Bupati Bangkalan Arief M. Edie menyatakan, budaya bukanlah sekadar pelengkap atau tradisi yang ada sejak dahulu.
Namun lebih dari itu, budaya merupakan potret peradaban masa lalu sehingga bisa menjadi pilar terbentuknya jati diri generasi saat ini.
Kirab budaya Harjad Ke-492 Bangkalan diikuti peserta dari 18 kecamatan di Kota Salak. Semuanya menampilkan kebudayaan di wilayah masing-masing.
Pemerintah akan terus menggali kebudayaan lokal yang belum ditampilkan di ajang kirab, yakni dengan menyelenggarakan event-event lain.
”Kirab budaya yang dilaksanakan merupakan salah satu upaya pemerintah untuk melestarikan kebudayaan di Bangkalan,” ucapnya.
Kebudayaan yang dipertunjukkan dalam kirab mengindikasikan bahwa Bangkalan kaya akan budaya.
Dengan demikian, kirab budaya tersebut menjadi ajang edukasi bagi masyarakat, khususnya generasi muda, agar mengenal dan mengetahui kebudayaan yang ada di Bangkalan.
”Kirab budaya ini bukan mencari yang menang dan kalah. Namun, tujuan utamanya adalah pelestarian. Bagi yang belum beruntung (menang) jangan putus asa,” pesannya.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Bangkalan Agus Sugianto Zein menerangkan, setiap kecamatan di Bangkalan memiliki kebudayaan dan tradisi berbeda-beda.
Jadi, sangat penting bagi pemerintah untuk melestarikan kebudayaan itu.
Salah satunya melalui kirab budaya yang dilaksanakan untuk peringatan Harjad Bangkalan.
Dengan demikian, masyarakat tahu tentang kebudayaan yang ada di 18 kecamatan di Kabupaten Bangkalan.
”Dengan adanya kirab itu, masyarakat bisa tahu kebudayaan apa saja yang ada di Kecamatan Kokop, Socah, Labang, dan sebagainya,” katanya. (jup/onk)
Baca artikel dan berita menarik dari RadarMadura.id lainnya di Google News
Editor : Berta SL Danafia