BANGKALAN, RadarMadura.id – Memasuki musim kemarau, warga mulai merasakan dampaknya. Salah satunya, mata air menyusut. Badan Meteorologi dan Kedaruratan Bencana (BMKG) memprediksi, kekeringan akan berlangsung hingga November. Karena itu, Dinas Sosial (Dinsos) Bangkalan bakal mengajukan anggaran penanganan bencana kekeringan dua kali lipat.
Kabid Perlindungan dan Jaminan Sosial (Linjamsos) Dinsos Bangkalan Muhammad Aminullah menyatakan, institusiya telah menerima surat permohonan bantuan air di desa. Jika semula ada 24 desa, kini bertambah menjadi 28 desa. ”Kalau tambahan ada, sudah ada surat yang masuk kemarin dan lebih banyak sekarang,” katanya.
Menurut dia, puluhan desa yang mengajukan permohonan bantuan air bersih tersebut berasal dari Kecamatan Sepulu, Geger dan Kokop. Saat ini pendistribusian air sedang berlangsung. ”Kecamatan Arosbaya dan Tanah Merah belum bersurat pada kami. Namun, biasanya nanti minta. Yang jelas, kami alokasikan bantuan untuk 70 desa,” imbuhnya.
Dia menjelaskan, karena BMKG memprediksi kekeringan akan berlangsung hingga November, intitusinya mengusulkan anggaran bantuan air bersih dua kali lipat. ”Karena dua kali lipat, jumlah desa yang akan mendapatkan bantuan sebanyak 140 desa. Itu kalau tidak ada refocusing anggaran,” tandasnya. (ay/yan)
Editor : Berta SL Danafia