Kades bersahaja itu sudah puluhan tahun memimpin Desa Karang Nangkah. Hal tersebut tidak lepas dari gaya kepemimpinannya yang banyak disenangi warga. Karena itu, pada periode kali ini dia menginginkan Desa Karang Nangkah menjadi desa mandiri, aman, dan tenteram.
Dia mengatakan, selama memimpin Desa Karang Nangkah, pelayanan didahulukan. Tidak ribet dan selalu memudahkan warga. Bahkan, ketika dibutuhkan warga tidak ada alasan untuk tidak hadir. Juga tidak pernah melihat waktu, mau siang mau malam tetap hadir. Selain itu, pihaknya selalu menuruti apa yang dibutuhkan warga.
”Misalnya, warga minta gardu, minta bedel, dan lainnya, pasti saya kasih,” katanya saat diwawancarai Selasa (30/5).
Menurut dia, dapat amanah kembali mejadi Kades pada periode ini, pihaknya menginginkan Desa Karang Nangkah lebih maju dalam hal apa pun. Terutama, perihal peningkatan infrastruktur. Sebab, ketika fasilitas umum (fasum) bagus, kegiatan masyarakat tidak ada kendala.
”Saya berprinsip ke depan agar Desa Karang Nangkah menjadi desa mandiri. Kami juga menginginkan agar Desa Karang Nangkah menjadi desa yang aman, nyaman, dan tenteram,” harap pria yang akrab disapa Abah Bustom itu.
Abah Bustom menjelaskan, kali pertama dirinya menjabat Kades Karang Nangkah pada 1998. Saat itu, dia merupakan klebun termuda. Sebab, ketika itu masih berusia 25 tahun. Dengan kepercayaan yang diberikan warga, pihaknya akan terus mengabdi untuk desa tercinta ini.
”Harapan kami, semoga terus barokah dan diberi kepercayaan oleh masyarakat. Bisa memberikan yang terbaik bagi desa,” katanya. (rul/daf) Editor : Abdul Basri