Setelah pelantikan pada periode ketiga ini, Munawar berupaya agar Desa Rosep bisa lebih maju dari tahun-tahun sebelumnya. Mengingat pada periode selanjutnya, pihaknya tidak bisa mencalonkan kembali. Dia mengajak kepada warga Desa Rosep tetap kompak untuk membangun desa lebih baik.
”Yang kemarin berselisih paham, berselisih pendapat atas pemilihan kepala desa, mulai hari ini kami mengajak seluruh warga Rosep bersama-sama membangun desa,” ajaknya.
Selama dua periode, Munawar sudah melakukan upaya demi kemajuan desa yang dicintai. Seperti peningkatan infrastruktur dan sebagainya. Sesuatu yang sudah baik akan ditingkatkan agar lebih baik. ”Kami juga akan tingkatkan silaturahmi agar warga Rosep tetap rukun, damai, dan sejahtrera,” tegasnya.
Menurutnya, perbedaan pendapat dalam pilkades pada 10 Mei lalu merupakan dinamika demokrasi yang tak bisa dihindari. Pihaknya akan membina semua pihak demi kebersamaan menuju Rosep lebih mapan dan sejahtera serta sukses dalam pembangunan. Termasuk pendukung yang kecewa atau tak puas terhadap hasil pemilihan.
”Sekarang tidak ada kata nomor 1 atau nomor 2, yang ada bersatu membangun desa bersama. Kami titipkan desa tercinta ini kepada kalian semua. Karena Rosep bukan milik kami. Kebetulan jadi kepala desa saja,” ungkapnya.
Pihaknya tetap berupaya memajukan Desa Rosep. Juga, akan mengajak serta berembuk dengan seluruh warga. Di samping itu, mengajak Kades yang dilantik melaksanakan tugas dengan amanah. ”Memberikan dampak positif bagi desa masing-masing,” imbuhnya.
Munawar mengajak seluruh kepala desa ikut serta menjaga kamtibmas demi kondusivitas desa. Sebab, tugas kepala desa dalam pengawalan perubahan UU 6/2014 pasal 39 ayat 1 tentang jabatan kepala desa dari 6x3 menjadi 9x2 masih jauh. ”Kami selaku ketua AKD Jatim sangat berharap, tahun 2023 draf usulan pasal 39 ayat 1 masuk prolegnas. Oleh sebab itu, kita jaga kekompakan sesama kepala desa di Jawa Timur, demi kesuksesan kita bersama,” pungkasnya. (rul/luq) Editor : Abdul Basri