Sub Koordinator Pembinaan SDM, Lembaga, dan Pranata Budaya Disbudpar Jatim Kartika Widyawati mengutarakan, kedatangannya dalam rangka survei untuk penetapan warisan budaya. Dirinya tertarik akan bahasa Madura yang unik.
”Kami sedang mendokumentasikan kegiatan budaya dan mendukung penetapan warisan budaya. Kali ini Madura yang kami angkat karena keunikannya ada di bahasa Madura,” terangnya kemarin (4/5).
Survei kali ini merupakan kabupaten terakhir dari empat kabupaten di Madura. ”Seharusnya Maret kami jalan. Tapi karena waktu kami berbenturan dengan kegiatan pemberian apresiasi para seniman, jadi pengambilan gambar bisa dilakukan minggu depan,” jelasnya.
Menurut dia, bahasa Madura memiliki keunikan yang sepatutnya didaftarkan pada WBTB. Sebab, bahasa orang Madura dari ujung timur hingga ujung barat secara dialektika tidak sama. Pihaknya akan melakukan pengkajian dan mendokumentasikan sebagai bahan promosi. ”Pada dialeknya itu yang unik karena setiap daerah bahasanya tidak sama,” tuturnya.
Agar terdaftar sebagai WBTB, terdapat indikator penilaian. Yakni, harus berusia minimal 50 tahun, sudah melawati dua generasi, dan yang terpenting hampir punah. Persiapan WBTB akan didaftarkan tahun depan sekitar September dan Oktober.
”Kami mendorong untuk melestarikan bahasa Madura ini, apalagi generasinya sudah mulai terbiasa pakai bahasa Indonesia,” paparnya.
Kabid Kebudayaan Disbudpar Bangkalan Hendra Gemma Dominant menyatakan sedang mempersiapkan pengajuan bahasa tersebut dengan kesiapan 70 persen. Hanya, pihaknya menunggu pengambilan dokumentasi dari disbudpar provinsi.
”Untuk dialek, kami akan ambil dari kuliner nasi serpang. Pengambilan film dokumenternya minggu depan. Ke belakang juga akan kami lakukan pengajuan nasi serpang ini,” jelasnya.
”Kami akan maksimalkan nanti ke setiap OPD dan kami akan bentuk kegiatan yang bisa menunjang kelestarian ini,” sambungnya. (ay/onk)
Editor : Abdul Basri