Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Hobi Pelihara Hewan Berduri Jadi Ladang Bisnis

Abdul Basri • Rabu, 26 April 2023 | 08:38 WIB
BERDURI: Moch. Supriadi merawat landak di rumahnya, Desa Banyuajuh, Kecamatan Kamal, Bangkalan, Selasa (25/4). (AYU LATIFAH/RadarMadura.id)
BERDURI: Moch. Supriadi merawat landak di rumahnya, Desa Banyuajuh, Kecamatan Kamal, Bangkalan, Selasa (25/4). (AYU LATIFAH/RadarMadura.id)

BANGKALAN, RadarMadura.id – Landak merupakan hewan mamalia berduri yang ditemukan di Eropa. Kini tidak sedikit orang yang menjadikan hewan ini sebagai peliharaan atau sekadar hobi. Bahkan, ada yang sampai membudidayakan landak sebagai ladang bisnis.


Seperti yang dijalani Moch. Supriadi, warga Desa Banyuajuh, Kecamatan Kamal, Bangkalan. Dia memelihara landak sejak 2019. Awalnya dia hanya iseng membeli sebagian hewan peliharaan. Namun, lambat laun hewan berduri tersebut menjadi hobi untuk dibudidayakan.


Awalnya iseng beli, eh keturutan sampai sekarang menjadi hobi,katanya Selasa (25/4).


Landak yang dia pelihara berjenis landak mini atau landak susu. Landak Supriadi berjumlah 58 ekor. Namun, kini tersisa 30 ekor landak susu setelah terjual. Satu ekor Rp 125 ribu.


Cuma kemarin saya jual Rp 150 ribu dapat satu pasang karena kapasitas (kandang) di sini sudah penuh,tambahnya.


Menurut dia, landak hanya butuh perawatan kebersihan kandang, makanan, dan minuman. Selain itu, dua minggu sekali perlu dimandikan dan dilakukan pemotongan kuku. Sebulan sekali Supriadi memberikan makanan jangkrik dan ulat Hongkong.


Terutama pada alas perlu diberi sekam supaya menyerap kotoran serta ulat Hongkong dan jangkrik karena itu dapat menambah protein bagi landak,” jelas Supriadi.


Hewan berbulu tajam ini termasuk hewan yang jarang sakit karena kekebalan tubuhnya tinggi. Hanya, hewan ini bertipe soliter atau hewan yang sulit dikelompokkan. ”Mereka kalau bergabung suka berantem, makanya termasuk hewan  bertipe soliter,jelasnya.


Menurut pria 30 itu, hewan ini memiliki siklus perkawinan yang cepat. Selama sebulan dari masa lahir sudah melahirkan kembali. Jadi, untuk menghindari kapasitas tempat yang penuh, dia menjual landak tersebut ke berbagai daerah.


Saya awalnya eman yang mau jual. Tapi karena kapasitas penuh, sudah saya kirim ke Sidoarjo, Surabaya, dan Sumenep,” tuturnya. (ay/luq)

Editor : Abdul Basri
#bangkalan #pencinta hewan #jangkrik #hewan mamalia berduri #pencinta binatang #budi daya landak #landak #bisnis #hewan berduri #kecamatan kamal #hobi #Supriadi #ulat Hongkong #hewan mamalia #hewan peliharaan #Desa Banyuajuh