Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

MH Said Abdullah Santuni Syarifin

Abdul Basri • Rabu, 8 Maret 2023 | 02:22 WIB
Anggota DPR RI dari Madura MH Said Abdullah.
Anggota DPR RI dari Madura MH Said Abdullah.
BANGKALAN – Sungguh malang tak dapat ditolak, mujur tak dapat diraih. Begitulah keadaan yang dialami Mohammad Syarifin Rohman, 16, atau yang akrab dipanggil Ipin. Di usianya yang masih belia, dia harus mengasuh tiga adiknya lantaran ayahnya, Mohammad Syaiful Rohman, 42, berada di penjara karena kasus pencurian sepeda motor. Sementara ibunya, Mesda, 38, mengalami gangguan jiwa.

Remaja asal Desa Longkek, Kecamatan Galis, Bangkalan, itu memutuskan tidak melanjutkan sekolah karena harus merawat dan mengasuh adik-adik dan ibunya. Yang lebih menyedihkan, adiknya yang masih bayi meninggal sepekan lalu.

Karena belum memiliki penghasilan, Ipin merawat ibu dan adik-adiknya dengan makan seadanya dan mengandalkan bantuan tetangga sekitar. Termasuk bantuan dari Polsek Galis, tempat ayah Ipin menjalani masa penahanan hingga Agustus 2023.

Derita Ipin menjadi viral di jagat maya setelah Kulsum, guru Ipin sewaktu di Sekolah Dasar Negeri (SDN) Longkek 1, melalui akun @assyifaazzahra01 menceritakan derita yang dialami Ipin. Dia berharap upayanya bisa didengar pemerintah.

Rupanya, tindakan Kulsum itu berbalas budi baik dari sejumlah pihak. Salah satunya, Menteri Sosial Tri Rismaharini mendatangi Ipin dan adik-adiknya di Bangkalan untuk memberikan bantuan sosial.

Kisah pilu menyayat hati yang dialami Ipin dan keluarganya yang kini viral di sejumlah media massa mengundang perhatian Said Abdullah, anggota DPR RI asal Sumenep, yang kini menjadi Plt ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur.

Said yang dikenal ringan tangan bergerak cepat memberikan bantuan uang tunai senilai Rp 30 juta kepada Ipin. Said berharap, bantuan itu bisa membuka asa Ipin untuk bersekolah kembali.

”Saya mengucapkan terima kasih kepada Direktur Jawa Pos Radar Madura (JPRM) Abdul Aziz dan jajarannya yang telah menyampaikan bantuan titipan saya kepada Mesda dan Ipin di Bangkalan. Saya berharap, JPRM menjadi media yang menggerakkan kedermawanan sosial sehingga peran sosial pers makin memiliki arti penting bagi warga miskin,” ujar Said.

Said menegaskan, tidak boleh lagi ada anak-anak telantar dan anak putus sekolah. Amanat konstitusi, yatim piatu dan anak-anak telantar dipelihara negara. Kementerian Sosial harus merawat mereka hingga orang tuanya kembali. Setidaknya setelah Syaiful Rohman, ayah Ipin, keluar dari penjara dan dapat pekerjaan layak.

Sebelum itu terjadi, Kementerian Sosial bertanggung jawab merawat anak-anak itu. ”Saya akan berkomunikasi dengan Bu Risma, menteri sosial, menyangkut perihal ini,” imbuhnya.

Said menambahkan, kita tidak boleh memutus harapan anak-anak. Tugas kita semua mewujudkan mimpi anak-anak. ”Oleh sebab itu, jati diri bangsa kita untuk terus bergotong royong, membantu keluarga Indonesia yang kurang mampu, yang membutuhkan uluran tangan sesama kita,” jelasnya.

Said berharap, hal-hal seperti ini tidak boleh lagi terjadi. Pemerintah desa dan pemerintah daerah harus membuka akses mereka seluas-luasnya untuk mengurus anak-anak yang kurang mampu dan telantar.

Jika mereka tidak mampu merawat pada jangka panjang, setidaknya pada masa darurat, sambil menyampaikan kejadian ini ke Kementerian Sosial. Kita berdosa membiarkan anak-anak seperti ini. Komunikasi antarjenjang pemerintahan harus makin diintensifkan agar kerja bersama-sama mengasuh anak-anak seperti Ipin dan adik-adiknya bisa menjangkau lebih banyak lagi,” tutup Said mengakhiri pembicaraan. (*/luq) Editor : Abdul Basri
#Syarifin Rohman #PEDULI #MH Said Abdullah #Ketua Banggar DPR RI