Hal itu disampaikan Kabid Pelatihan Kerja dan Penempatan Tenaga Kerja Disperinaker Bangkalan Hariani Fitrian Ningsih kemarin (21/2). Menurut dia, tahun ini ada tiga tahap pelatihan. Tahap pertama dimulai Rabu (15/2).
Dia menjelaskan, pada tahap pertama diagendakan empat paket pelatihan. Yakni, otomotif, menjahit, komputer, dan teknik refrigerasi (alat pendingin). Namun, balai latihan kerja (BLK) hanya mampu melaksanakan tiga paket. ”Satu belum memenuhi syarat pelaksanaan,” tambahnya.
Paket pelatihan yang belum memenuhi syarat tersebut yakni pelatihan otomotif. Sebab, peserta yang mendaftar hanya 11 peserta. Mestinya, ada 16 peserta. ”Masih kurang lima peserta, jadi nanti bisa menyusul,” tuturnya.
Hariani menyatakan, jika peserta terpenuhi, pelatihan kemungkinan digelar setelah Lebaran. Namun jika belum, pelatihan akan diundur ke tahap dua. ”Kondisional jika masuk tahap kedua ya dimasukkan. Yang penting, kuota peserta terpenuhi,” imbuhnya.
Menurut Hariani, dalam setahun ada dua paket pelatihan otomotif. Yakni, otomotif sepeda motor dan mobil. Namun, jika tetap minim pendaftar, kemungkinan hanya digelar sekali. ”Akan diganti dengan pelatihan yang peminatnya lebih banyak,” terangnya.
Ketua Komisi B DPRD Bangkalan Rokib meminta jaringan disperinaker diperluas. Menurut dia, sangat banyak warga yang membutuhkan pelatihan tersebut. ”Kami akan panggil, akan kami ajak sharing kendalanya apa. Kenapa sepi peminat,” tandasnya. (ay/han)
Editor : Abdul Basri