Yakni, SMPN 7 Bangkalan, SMPN 1 Sepulu, SMPN 4 Kamal, SMPN 2 Kamal, SMPN 1 Galis, SMPN 1 Burneh, dan SMPN 1 Blega. Kemudian, SMPN 2 Bangkalan, SMPN 2 Socah, SMPN 1 Konang, SMPN 2 Burneh, SMPN 5 Bangkalan, dan SMPN 1 Kokop.
Kasi Sarpras Bidang Pembinaan SMP Disdik Bangkalan Zakariya Al-Huda menyatakan, anggaran tiap paket Rp 186.907.500. Dengan demikian, pembangunan rumdin guru dikerjakan secara swakelola. Jadi, sepenuhnya menjadi tanggung jawab sekolah.
Belasan paket proyek itu tengah dikerjakan. Rata-rata progres pembangunannya 70–80 persen. ”Masih dalam pengerjaan,” ucapnya kemarin (5/11).
Anggaran pembangunan rumdin guru dibagi empat tahap. Yakni, 50 persen tahap pertama dan 20 persen tahap kedua. Kemudian, 20 persen dan 10 di tahap ketiga dan keempat. Rata-rata pencairannya sudah tahap ketiga. ”Bergantung progres di lapangan dan penyusunan SPj-nya,” imbuhnya.
Kendati launching pengerjaannya bersama, progres pengerjaan antarlembaga pendidikan berbeda-beda. Salah satunya, realisasi anggarannya tidak sama. Kondisi cuaca juga memengaruhi pengerjaan.
Kepala SMPN 2 Socah Nur Diana Fary menyatakan, lembaganya menjadi salah satu penerima DAK pembangunan rumdin guru. Saat ini masih tahap pengerjaan atap. ”Galvalum dan plafon masih dalam pengerjaan,” katanya.
Ada beberapa kendala yang dihadapi pada proses awal pengerjaan. Pihaknya berjanji akan berupaya segera menuntaskan proyek tersebut. ”Tanah SMPN 2 Socah ini kan tanah sawah. Jadi, saat awal pengerjaan ada genangan air. Pencairan DAK agak terlambat karena masih banyak pengerjaan SPj,” katanya.
Ketua Dewan Pendidikan Bangkalan Mustahal Rasyid meminta pengerjaan proyek itu segera diselesaikan. Karena pengerjaan swakelola, pihaknya berharap 13 proyek pembangunan rumdin guru tersebut mengedepankan kualitas.
”Kami juga meminta agar setelah dibangun ditempati dan dirawat. Jangan seperti yang dulu-dulu. Sudah dibangun, tapi tidak ditempati dan tidak dirawat sehingga bangunannya rusak,” pintanya. (jup/han)
Editor : Abdul Basri