Desa Karang Entang memiliki empat dusun. Di antaranya, Dusun Karang Entang, Mor Jengjeng, Cangkreng, dan Duko Anyar. Pada 2022, sudah dibangun balai budaya, jalan usaha tani, irigasi, jalan antardusun.
Syaiful Ismail menyampaikan, pihaknya menggelar musrenbangdes dengan mengundang semua stakeholder lebih kurang seratus orang. Mulai tokoh masyarakat, tokoh pemuda, BPD, perangkat desa, forpimcam, dan lainnya. Pihaknya menerangkan, hasil yang diamanahkan kepada pihaknya berupa rencana kerja pemerintah 2022 hasil kesepakatan bersama pada 2021.
”Kami sampaikan sebagai pertanggungjawaban. Keuangan desa dipakai untuk apa saja sudah kami sampaikan secara transparan,” katanya saat diwawancarai usai musrenbangdes Kamis (15/9).
Di samping itu, lanjut Syaiful, dalam acara musrenbangdes, pihaknya juga meminta aspirasi kepada masyarakat peruntukan dana desa 2023. Banyak hal yang disampaikan. Pihaknya fokuskan pada pertanian, pendidikan, dan peningkatan infrastruktur. Sebab, mayoritas warga Desa Karang Entang adalah petani. ”Kami juga fokuskan sarana infrastruktur ke persawahan milik warga,” terang mantan komisioner KPU Bangkalan itu.
Syaiful menjelaskan, prasarana yang dibutuhkan warga untuk bertani seperti hand tractor sedang diupayakan. Kegiatan kepemudaan juga ada. Pihaknya akan melakukan semua aspirasi. Tentunya dilakukan secara step by step. Pendidikan juga diupayakan. Pihaknya akan mengelola TK dan PAUD secara profesional, termasuk pengajar. Bantuan kepada siswa atau santri sedang diupayakan. ”Warga kami yang ada di kampus dan pondok sudah upayakan mendapatkan beasiswa,” ucapnya.
”Hari ini (kemarin, Red) kami tasyakuran sebagai wujud terbangunnya balai budaya. Kami sediakan untuk ditempati kegiatan masyarakat. Misalnya, acara keagamaan dan social supaya ada wadah. Segala aktivitas masyarakat juga terakomodasi dan tereksplorasi karena sudah kami siapkan sarana dan prasarananya,” paparnya.
Dia bersyukur sudah memiliki balai budaya yang bisa menjadi bangunan multifungsi untuk masyarakat. Balai budaya tersebut rencananya dijadikan tempat belajar anak PAUD dan taman pendidikan Al-Qur’an. ”Semoga kami bisa membenahi satu per satu sarana dan prasarana. Khususnya, bidang pendidikan,” ujarnya.
Pihaknya sudah berupaya membantu petani. Yakni, mengusulkan pupuk untuk bercocok tanam. Ternyata, apa yang diupayakan tidak ada nomenklatur anggaran. Padahal, pihaknya sangat berharap bisa membantu petani. ”Jika musim tanam, biasanya harga pupuk di pasaran tinggi. Kami sudah usulkan pada 2021 agar terealisasi 2022. Ternyata, upaya kami belum sesuai keinginan,” urainya.
Dia menegaskan, semua aspirasi masyarakat akan diupayakan untuk dilaksanakan. Di samping itu, pihaknya sudah terbuka terkait realisasi anggaran. Pihaknya akan memprioritaskan aspirasi masyarakat. ”Saya tidak akan menggunakan tangan besi. Semua apa kata saya, tidak begitu. Saya akan berembuk dengan masyarakat,” tegasnya.
Diharapkan, banyak pihak lain yang bisa membantu untuk peningkatan di Desa Karang Entang, baik pertanian, infrastruktur, dan sebagainya. Bahkan, pihaknya menginginkan ada peningkatan produksi hasil pertanian. ”Ya biar tidak hanya konvensional biasa. Artinya, harus lebih dan harus ada nilai ekonomi tinggi,” harapnya. (rul/onk) Editor : Administrator