Ketua panitia Hasan mengatakan, acara ini sebagai bentuk rasa syukur warga yang berprofesi sebagai nelayan. Harapannya selalu dalam lindungan Allah SWT. Juga, agar hasil tangkapan di laut berlimpah dan barokah.
”Kalau angin besar itu, para nelayan terkadang menghadapi kesulitan saat di laut, jadi dengan ini semoga mereka dipermudah segalanya,” ucapnya kemarin (14/8).
Dalam acara rokat tase’ ada pelarungan perahu yang berisi sesajen dan peletakan kepala sapi di muara laut. ”Kenapa kepala sapi? Karena itu sudah turun-temurun dari nenek moyang kami, jadi tidak ada alasan-alasan tertentu,” jelasnya.
Tahun ini perayaannya kurang meriah. Sebab, pihaknya masih ada imbauan menaati protokol kesehatan. Ketua RW Dusun Bandaran Ahmad Halili berharap pada tahun berikutnya lebih meriah. Acara ini harus tetap dilestarikan karena bagian dari warisan nenek moyang mereka.
Kepala Dinas Budaya dan Pariwisata (Disbudpar) Bangkalan Moh. Hasan Faisol mengatakan, rokat tase’ ini sangat bagus untuk masyarakat Bangkalan. Inti dari kegiatan ini mendoakan orang yang mencari nafkah di lautan karena risiko pekerjaan mereka sangat tinggi.
”Jadi saya sangat mendukung acara ini. Sangat mengapresiasi juga, dan ini harus dilestarikan,” tegasnya. (c2/han) Editor : Abdul Basri