Tari tandheng dikenal dan banyak dimainkan oleh masyarakat Bangkalan. Tari tandheng terinspirasi dari sandur Bangkalan. Sebab, sandur di Bangkalan berbeda dengan kabupaten lainnya. Misalnya dalam segi tanjaan dalam setiap adegan.
”Kalau di sini, tandheng biasanya dimainkan ketika ada andongan ataupun panggilan. Ketika dipanggil biasanya abhubu, itu menurut istilah orang blater Bangkalan,” ulas Sudarsono, pegiat tari tarara Bangkalan.
Tandheng yang dibawakan biasanya juga berbeda sesuai dengan gendeng masing-masing. Misalnya gendeng sabrang tandheng yang dibawakan juga tandheng sabrang. Ada gendeng urambak, tandhengnya juga urambak.
Ciri khas tari tandheng ini menggambarkan ciri khas orang Madura. Yakni, pelan namun pasti. Oang Madura juga memiliki sifat seperti kalajengking yang selalu diam. Namun ketika ada yang mengusik akan berontak. ”Fiosofinya ada di odheng Madura,” imbuh Darso.
Tanjaan yang ada dalam tarian tandheng Bangkalan tidak sama dengan tandheng yang ada di kabupaten lain. Misalnya Sumenep dan Pamekasan. Sebab, tanjaan tandheng di Bangkalan terbilang cukup dinamis.
”Tari tandheng yang masyarakat lihat sekarang sudah tidak begitu rumit. Sehingga, bisa dinikmati dengan baik,” ungkapnya. (za/yan) Editor : Abdul Basri