Ilyas, warga Kelurahan Demangan, Kecamatan Kota Bangkalan, mengakui jika pembeli ayam tahun ini lebih ramai dibanding tahun sebelumnya. Biasanya warga memilih membeli daging kambing atau sapi. Tapi semenjak ada wabah PMK, konsumen cenderung memilih mengonsumsi ayam.
”Tahun lalu agak sepi, karena proses penyembelihan dan pengolahan daging ayam dinilai lama. Kalau daging sapi atau kambing, tidak perlu membuang bulu. Sekarang warga kebanyakan memilih membeli ayam,” kata pria berumur 35 tahun itu.
Menurut dia, kenaikan harga ayam saat ini berkisar Rp 50 ribu. Misalnya ayam kampung semula Rp 150 ribu, kini menjadi Rp 200 ribu. Sedangkan ayam jago lebih mahal, mencapai Rp 250 ribu dari harga awal yang hanya Rp 180 ribu. ”Harga ayam sedikit lebih mahal daripada tahun lalu,” tambahnya.
Mayoritas masyarakat lebih memilih ayam kampung. Tekstur dagingnya lebih empuk dan rasanya lebih enak daripada ayam broiler atau ayam potong. ”Peminat ayam kampung dan ayam jago lebih banyak karena pakannya jagung. Kalau ayam potong diberi pakan konsentrat,” kata salah seorang penjual ayam, Samsul Arifin, 20. (c1/yan) Editor : Abdul Basri