Penanggung Jawab Pelayanan Poli Anak RSUD Syamrabu dr. Shirley Ferlina, M.Ked.Klin., Sp.A menerangkan, hepatitis akut merupakan peradangan pada liver. Biasanya disebabkan virus hepatitis A, B, C, D, dan E.
Sedangkan hepatitis akut misterius yang dilaporkan di beberapa negara di Eropa dan Kanada, penyakit itu tidak disebabkan oleh hipatitis A, B, C, dan E. Namun, penyebabnya adalah adenovirus. Yaitu, virus yang bermanifestasi pada saluran pernapasan dan pencernaan anak.
Ada beberapa gejala penyakit hepatitis akut misterius. Yakni, terjadinya gangguan pencernaan seperti muntah, nyeri perut, dan diare. Kemudian, mengalami gangguan liver seperti badan kuning, kencing seperti teh, dan warna tinjanya pucat.
Lalu, mengalami gangguan kesehatan seperti demam, nyeri sendi, badan lemas, serta nafsu makannya menurun. ”Terakhir, secara medis tidak mengalami infeksi virus hepatitis A, B, C, D, dan E,” terang dokter berparas cantik itu kemarin (15/5).
Ada beberapa cara yang harus dilakukan agar buah hati yang dicintai tidak terinfeksi virus hepatitis akut misterius. Di antaranya, disiplin menjaga kebersihan alat makan dan mencuci tangan. Kemudian, memastikan air dan makanan yang dikonsumsi bersih dan matang.
Selanjutnya, menggunakan masker dan menjaga jarak serta melengkapi imunisasi anak sesuai rekomendasi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI). Juga buanglah pampers atau tinja bayi pada tempatnya.
”Jika didapati gejala mencurigakan pada anak, segera bawa ke dokter spesialis anak,” sarannya. (jup/onk) Editor : Abdul Basri