Zulfa Karindra Dewi, warga Desa/Kecamatan Kwanyar, mengaku sudah lima jam mengantre perekaman e-KTP di lantai tiga Bangkalan Plaza. Antrean panjang terjadi di luar dugaan perempuan berusia 19 tahun itu. ”Sudah lima jam, tadi (kemarin, Red) datang pukul 10.00, ternyata sudah ramai,” ujarnya.
Dia merupakan pemohon pemula yang baru mengurus e-KTP karena selama ini mengenyam pendidikan di salah satu pondok pesantren di Kecamatan Kwanyar. Sebelum kembali ke pondok, dirinya sengaja menyempatkan waktu untuk melakukan perekaman di MPP.
”Saya mengurus (e-KTP) supaya tidak ribet kalau mau mengurus apa-apa. Misalnya, mau nikah atau lain-lain,” tutur perempuan berhijab itu.
Kabid Pelayanan Pendaftaran Kependudukan Dispendukcapil Bangkalan Agus Suharyono mengakui adanya lonjakan pemohon perekaman e-KTP. Biasanya dalam sehari pemohon hanya sekitar 100 orang. Namun di hari pertama kerja pasca cuti bersama dan libur panjang, pemohon naik signifikan. ”Pukul 11.00 petugas kami di MPP melapor sudah ada 250 pemohon,” ujarnya.
Lonjakan yang terjadi hanya di pelayanan perekaman e-KTP. Pemohonnya didominasi pemula. Sedangkan jumlah pemohon penerbitan adminduk lainnya seperti kartu keluarga (KK) dan akta kelahiran relatif sama dengan hari-hari biasa. Dia memprediksi, lonjakan permohonan perekaman e-KTP disebabkan banyaknya perantau yang pulang.
Agus menuturkan, lonjakan pemohon perekaman e-KTP terjadi di luar dugaan lembaga. Untuk mengatasi antrean panjang, pihaknya mengerahkan satu unit mobil perekaman dan pencetakan e-KTP keliling di lantai dasar Bangkalan Plaza (Banplaz). Tujuannya, mempercepat perekaman dan pencetakan e-KTP
”Kami ingin masyarakat yang datang terlayani. Kasihan kalau pemohon harus datang dua kali, apalagi kalau jaraknya jauh,” sambungnya.
Sebenarnya, perekaman e-KTP dapat dilakukan di setiap kecamatan. Namun karena adanya updating sistem informasi administrasi kepedudukan (SIAK), semua perangkat perekaman di kecamatan membutuhkan updating. Karena itu, pemohon yang yang datang langsung ke MPP.
”Dengan dioperasikannya mobil perekaman keliling ini, kami memperbantukan tenaga penerbitan adminduk lainnya yang ada di kantor,” terangnya.
Agus belum memastikan hingga berapa lama mobil perekaman e-KTP keliling itu akan diperbantukan di MPP. Pihaknya bakal melihat situasi dan kondisi jumlah pemohon yang datang setiap hari. Tetapi, biasanya lonjakan pemohon perekaman itu terjadi tujuh kerja pasca libur Lebaran. ”Belum tahu sampai kapan, kita coba lihat nanti seperti apa,” tandasnya. (jup/onk) Editor : Abdul Basri