BANGKALAN, Jawa Pos Radar Madura – Keluhan psikologis berupa depresi bisa dialami siapa saja. Mulai dari anak-anak, remaja hingga orang dewasa. Keluhan itu harus ditangani dengan tepat agar tidak menjadi gangguan mental yang parah dan mengganggu fungsi kehidupan seseorang ke depannya.
Dokter Penanggung Jawab Poli Psikiatri RSUD Syamrabu dr. Indriana Lestariningtias, Sp.KJ menjelaskan, depresi adalah gangguan suasana perasaan (mood). Biasanya ditandai dengan perasaan sedih yang sangat mendalam.
Perasaan sedih merupakan kondisi yang wajar dialami oleh seseorang. Namun, menjadi tidak wajar ketika rasa sedih itu berlangsung selama dua minggu atau lebih.
Biasanya, gejala itu ditunjukkan dengan ekspresi wajah sedih, murung, dan berkurangnya energi. ”Juga bisa ditunjukkan dengan kondisi mudah lelah, hingga menurunnya aktivitas,” terangnya kemarin (3/10).
Menurut Indriana, depresi memiliki tiga tingkat keparahan. Yakni ringan, sedang, dan berat. Tingkat keparahan itu bergantung pada beratnya beban psikologi yang dihadapi dan gejala tambahan yang dirasakan.
”Gejala tambahan tersebut antara lain gangguan konsentrasi, tidur, makan, tidak percaya diri, pesimistis, dan selalu merasa bersalah. Lalu, merasa tidak berguna, hingga keinginan dan perbuatan yang membahayakan diri sendiri, contohnya bunuh diri,” papar Indriana.
Ada beberapa faktor yang menyebabkan seseorang mengalami depresi. Di antaranya faktor genetik, biologis, tekanan hidup, dan penyakit kronis yang tidak kunjung sembuh. Sehingga, penderitanya merasa tidak memiliki kesempatan lagi untuk sembuh. ”Depresi sama halnya dengan penyakit lain, bisa dikontrol dan diobati,” terang perempuan berhijab itu.
Depresi bisa dialami siapa saja, baik perempuan dan laki-laki. Sangat tidak bijak jika depresi dikaitkan dengan derajat keimanan seseorang. Yakni, dengan menganggap orang yang depresi memiliki kadar keimanan yang lemah.
Indriana menambahkan, orang yang mengalami depresi membutuhkan perhatian dari lingkungannya. Sebab, kepedulian orang lain merupakan terapi. Keluarga dan lingkungan sosial harus memberikan dukungan dan perhatian positif bagi orang yang tengah depresi.
”Kita harus peduli, cintai diri sendiri, dan orang-orang di sekitar kita demi kehidupan yang lebih baik,” imbaunya.
Editor : Abdul Basri