BANGKALAN, Jawa Pos Radar Madura – Pipa PT Petronas Carigali akan melewati bawah laut di Bangkalan utara. Empat kecamatan di Kota Salak dipastikan terkenda dampak pemasangan pipa dari lokasi eksploitasi PT Petronas Carigali di Perairan Ketapang, Sampang hingga menuju Gresik tersebut.
Bupati Bangkalan Abdul Latif Amin Imron mengaku telah mengikuti sosialisasi virtual tentang rencana pemasangan pipa bawah laut yang akan dilakukan oleh PT Petronas Carigali. Menurut dia, ada empat kecamatan di wilayan pantura Kota Salak yang akan terdampak dari kegiatan itu. ”Kecamatan Tanjungbumi, Klampis, Sepulu, dan Arosbaya,” sebutnya kemarin (15/7).
Pihkanya ingin pemasangan pipa bawah laut itu mengedepankan kearifan lokal sehingga tidak memengaruhi aktivitas para nelayan di empat kecamatan wilayah pantura tersebut. ”Jangan sampai ada properti nelayan yang rusak. Misalnya, rumpon,” tegas bupati yang biasa disapa Ra Latif itu.
Menurut Ra Latif, pihak Satuan Kerja Khusus dan Gas Bumi (SKK Migas) dan PT Petronas Carigali sudah berjanji menghindari pelaksanaan kegiatan yang akan berdampak kepada nelayan. Namun jika kegiatan sampai merusak alat tangkap nelayan, SKK Migas dan PT Petronas Carigali akan menggantinya. ”Kalau tidak bisa dihindari, harus ada kompensasi dampaknya,” sambung Ra Latif.
Pemkab Bangkalan mendukung pemasangan pipa bawah laut itu. Sebab, melalui eksploitasi akan berdampak pada penyediaan gas alam di Indonesia. Meski begitu, pihaknya berjanji akan mengawal para nelayan terdampak.
Kepala Perwakilan SKK Migas Jabanusa Nurwahidi mengaku ingin memberikan sosialisasi secara langsung kepada para nelayan di empat kecamatan terdampak kegiatan itu. Namun, situasi tidak memungkinkan. Pihaknya juga berjanji akan memberikan ganti rugi jika kegiatan tersebut berdampak kepada para nelayan.
”Kami akan beri kompenasi jika ada rumpon yang rusak melalui koordinasi dengan Dinas Perikanan Bangkalan,” janjinya. (jup)
Editor : Abdul Basri