BANGKALAN, Jawa Pos Radar Madura – Warga di perairan Kamal punya cara tersendiri untuk merayakan Lebaran Ketupat. Nelayan dan warga menggelar lomba perahu.
Tradisi tersebut digelar dengan melakukan perlombaan antarperahu. Balapan sambil melempar lepet atau ketupat antarperahu.
Kebiasaan turun-temurun tersebut berlangsung hingga saat ini. Tetapi, beberapa tahun belakangan nelayan tidak lagi melakukan balapan perahu. Untuk merayakan tradisi tahunan itu, perahu penangkap ikan dan perahu penumpang tersebut berputar-putar mengelilingi laut.
Para pengunjung antre untuk menaiki perahu yang dihias tersebut. Menariknya, tidak ada biaya yang ditarik oleh pemilik perahu. Jadi, siapa saja bisa mengelilingi laut dengan gratis.
Tradisi tersebut memang digelar saat momen Hari Raya Ketupat. Masyarakat berbondong-bondong menuju pesisir mulai pukul 05.30. Termasuk para nelayan yang menyiapkan pernak-pernik untuk hiasan perahu.
Sepanjang jalan raya di sekitar pesisir dipenuhi lautan manusia. Walaupun tidak begitu padat. Juga perahu-perahu penangkap ikan dan perahu penumpang berjejer di pinggir laut.
Perayaan Lebaran Ketupat kali ini masuk pada tahun kedua yang sepi pengunjung. Perahu yang berpartisipasi juga tidak banyak.
Slamet Yudi, pemilik perahu Barong yang berlayar dalam tradisi tersebut, menyadari perbedaan perayaan tradisi di tahun kedua masa pandemi. Terutama jumlah perahu yang ikut memeriahkan.
”Kalau sebelum pandemi sangat banyak, sampai berdempatan di sepanjang pesisir pantai,” ucapnya.
Masa pandemi memengaruhi pergelaran lomba perahu. Hiasan untuk berlayar tidak begitu disiapkan oleh para pemilik perahu. Hanya diberi rentengan bendera dan hiasan lainnya. ”Karena masih ada imbauan untuk tidak menggelar dan pastinya sedikit pengunjung,” tuturnya.
Pantauan koran ini, sekitar pukul 09.15 para pengunjung sudah sedikit dan banyak perahu yang disandarkan. Idawiyah, warga Desa Tanjung Jati, menuturkan, perayaan tahun ini memang tidak ramai.
”Biasanya saat tidak ada korona, pengunjung mulai sepi sekitar pukul 12.00. Itu pun masih ada yang mondar-mandir di sekitar pesisir. Sekarang pagi-pagi sudah sepi,” tuturnya.
Dia berharap tradisi lomba perahu ini tetap lestari. Tidak terkikis akibat wabah Covid-19. ”Penduduk Bangkalan harus tetap merayakan pada momen Lebaran Ketupat walaupun tidak begitu meriah,” tandasnya. (mi)
Editor : Abdul Basri