Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Pengabdian Kades Banyoneng Laok H. Marid

Abdul Basri • Kamis, 15 Oktober 2020 | 04:07 WIB
Pengabdian Kades Banyoneng Laok H. Marid
Pengabdian Kades Banyoneng Laok H. Marid

BANGKALAN, Jawa Pos Radar Madura — H. Marid memasuki tiga periode dalam memimpin Desa Banyoneng Laok, Kecamatan Geger. Sebagai bentuk pengabdian pada desa dan warga, dia menggalakkan peningkatan infrastruktur. Pelayanan kepada masyarakat juga dilakukan 24 jam, siang dan malam.


Peningkatan infrastruktur yang sudah dijalankan meliputi pembangunan jalan seperti hotmix, ready mix, makadam, bedah rumah, plengsengan, tembok penahan tanah (TPT), dan sebagainya. Jalan dibangun hingga dusun-dusun. Bahkan, sebagian jalan masuk rumah warga. 


Peningkatan infrastruktur seperti jalan terus digalakkan. Itu dilakukan sebagai upaya meningkatkan ekonomi warga. ”Kami memang fokus terhadap peningkatan infrastruktur. Utamanya jalan,” kata H. Marid saat ditemui di kediamannya kemarin (13/10). 


Jika dipersentase, peningkatan jalan yang dilakukan mencapai 90 persen. Bahkan, jalan semua kampung yang awalnya kurang bagus saat ini sudah dimakadam. 


Untuk bedah rumah, kata H. Marid, pada 2019 ada tiga unit. Penerimanya ada di Dusun Palanggaran, Langger, dan Gunung Burung. Sementara pengaspalan jalan dan makadam ada di Dusun Pakes. ”Paling banyak kalau makadam di Dusun Gibugan, yakni ada empat titik. Dusun Gunung Burung makadam ada tiga titik. Sumber Gundang satu titik,” sebutnya.


Tahun ini difokuskan di dua dusun. Yakni, Dusun Pakes dan Palanggaran. Dusun lainnya juga ada pembangunan. Tapi, hanya satu titik. Misalnya, di Dusun Gunung Burung. Dusun Gibugan akan dibuat tanggul air di sungai supaya pada musim kemarau bisa digunakan oleh warga. Khususnya, untuk mandi dan mencuci.


Selain itu, ada pengaspalan di Dusun Pakes sepanjang 1.700 meter, 2.088 meter di Dusun Palanggaran, dan 570 meter di Dusun Gunung Burung. Juga ada pembangunan jembatan. Pada 2021, pihaknya tetap fokus terhadap peningkatan infrastruktur. Yang difokuskan di Dusun Gunung Burung dan Sumber Gundang.


Pihaknya juga fokus terhadap pengentasan stunting karena sudah menjadi program wajib. Apa yang dilakukannya itu merupakan bentuk sinergisitas untuk membantu pemerintah kabupaten. ”Untuk pelayanan kepada warga, kami siang malam. Artinya, selama 24 jam, kami siap melayani,” tegasnya.


Perangkat desa stand by memberikan pelayanan mulai pukul 08.00 hingga pukul 13.00. Bahkan, pelayanan kepada masyarakat lebih banyak pagi sekitar pukul 06.00—08.00 dan pada malam hari. Sedangkan bantuan kepada warganya disalurkan sebagaimana mestinya. Misalnya, bantuan langsung tunai dana desa (BLT DD). ”Alhamdulillah sudah selesai disalurkan sampai tahap tiga. Jumlahnya 213 penerima. Sedangkan tahap selanjutnya masih dalam proses. Data yang diajukan 200 penerima,” ungkapnya.


Desa Banyoneng Laok memiliki tujuh dusun. Yakni, Dusun Pakes, Palanggaran, Langger, Gibugan, Gunung Burung, Langgali, dan Dusun Sumber Gundang. (rul/onk)

Editor : Abdul Basri
#bangkalan #kepala desa #geger #dana desa