BANGKALAN - Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Hikam, Tunjung, Kecamatan Burneh, memulangkan ribuan santri. Meski dipulangkan, para santri tetap melakukan karantina secara mandiri.
Para santri sudah dibekali cara melawan Covid-19. Pengetahuan yang diperoleh santri diharapkan bisa disosialisasikan untuk membantu dan menjaga keluarga, tetangga serta lingkungan desanya.
Pengasuh Yayasan Ponpes Al-Hikam Tunjung Drs. HM. Nuruddin A. Rahman, S.H. mengatakan, sebenarnya belum waktunya memulangkan santri. Namun, kebijakan itu dipilih untuk melawan Covid-19.
”Santri yang akan pulang sudah disemprot cairan disinfektan dengan kandungan yang lebih soft dan grade food. Tidak membahayakan mereka (santri, Red),” ujarnya.
Menurut dia, memulangkan santri sebelum jadwal bukan keinginan pengurus. Tapi, untuk memerangi Covid-19. Semua santri dipulangkan dan diliburkan sampai batas waktu yang belum ditentukan.
”Mereka sudah dibekali pengetahuan agar bisa melakukan karantina dan menjaga diri. Termasuk, mengingatkan keluarga dan masyarakat agar sama-sama menaati imbauan pemerintah yaitu physical distancing,” imbuhnya.
Ketua MUI Jawa Timur itu menjelaskan, ada sekitar 2.000 santri yang dipulangkan. Rinciannya 1.200 santri putri dan 800 santri putra.
Ribuan santri itu rata-rata berasal dari Bangkalan dan Surabaya. Santri yang berasal dari luar provinsi dipulangkan lebih awal sesuai permintaan orang tuanya.
”Hari ini saat yang tepat. Setelah melakukan salat Nisyfu Sya’ban bersama seluruh santri dan memohon doa bersama pada Rabu malam (8/4), paginya santri dipulangkan,” tuturnya.
Koordinator Badan Silaturahmi Ulama Pesantren Madura (BASSRA) itu menambahkan, perang melawan korona harus dilakukan seluruh elemen masyarakat di Madura pada umumnya dan Bangkalan pada khususnya. Caranya, mematuhi semua protokol dan imbauan pemerintah.
”Saya mengucapkan terima kasih dan penghargaan setingi-tingginya kepada seluruh tenaga kesehatan dan semua pihak yang telah berjuang di garis terdepan,” pungkasnya. (hel/yan)
Editor : Administrator