BANGKALAN - Karena beralasan kamar penuh, RSU Anna Medika menolak pasien rujukan dari puskesmas yang menggunakan BPJS. Hal itu, diungkap salah seorang paramedis di salah satu puskesmas, Malika (nama samaran, Red). Bahkan, sudah lima kali merujuk pasien ke RSU Anna Medika namun ditolak.
Menurut Malika, dirinya pernah dibuat geram. Salah satu pasien memaksa dirujuk ke RSU Anna Medika. Awalnya, petugas menjawab tidak ada kamar kosong. Kemudian, pasien menelefon petugas yang akrab dengannya. Alhasil, pasien mendapatkan kamar kosong meski pakai kartu BPJS.
"Saya menyesalkan perilaku petugas tersebut. Selain menolak pasien, juga tidak ramah. Kami dari puskesmas sudah membuat rujukan online dan muncul RSU tersebut. Setidaknya, bantu pasien untuk dirujuk ke RSUD," sesalnya.
Dijelaskan, pasien peserta BPJS dari puskesmas yang akan dirujuk harus mendaftar online lewat puskesmas asal. Kemudian, server akan menunjuk rumah sakit terdekat. Jika rumah sakit yang ditunjuk penuh, harus membantu pasien dirujuk ke RSUD.
"Kasihan pasien saya, akhirnya balik ke puskesmas lagi karena ditolak. Kalau langsung ke RSUD tanpa rujukan online, akan sulit klaim BPJS karena menyalahi prosedur," tambahnya.
Malika berharap bisa duduk bersama membahas hal tersebut dengan RSU Anna Medika. Sebab, tidak ingin pasien terlantar dan tidak ditangani. "Saya akan senang jika pihak RSU mau duduk bersama, cari solusi. Sesama instansi kesehatan setidaknya bisa saling membantu," harapnya.
dr Yulia Mayasin, Direktur RSU Anna Medika membantah menolak pasien karena kepesertaan BPJS. Ia mengatakan, seluruh pasien langsung maupun rujukan dilayani dengan baik. "Kita itu butuh pasien, gak mungkin kita tolak," ujaranya.
Yulia mengatakan, kamar sering penuh karena kuota terbatas. Pihaknya juga tidak bisa memprediksi kapan kamar kosong. "Kamar tersedia saat ada pasien meninggal atau pulang paksa. Bisa saja pukul 10.00 puskesmas minta rujukan saat kamar penuh. Lalu pukul 10.15, tiba-tiba ada pasien meninggal," jelasnya.
Dijelaskan, agar bisa menampung pasien rujukan, saat ini RSU Anna Medika membangun gedung baru. Nantinya, akan tersedia 40 kamar rawat inap. "Saat ini, kita cuma punya 30 kamar sedangkan pasien sangat banyak. Makanya, kami bangun gedung baru," ujarnya.
Yulia menegaskan, seluruh pasien peserta BPJS yang dirujuk ke RSU Anna Medika dilayani dengan baik. Jika kamar penuh, akan membantu merujuk pasien ke RSUD. "Kalo kamar penuh, kita langsung bantu rujuk. Gak ada ceritanya pasien kita terlantarkan," jelasnya.
Yulia berpendapat, masih banyak tenaga medis yang belum memahami mekanisme BPJS. Karena itu, memaklumi jika masih ada tenaga medis seperti itu. "Saya rasa, mengenai (penyataan Malika, Red) itu karena miskomunikasi," pungkasnya. (Julian Isna).
Editor : Administrator