Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Puluhan Pasar Tradisional Tak Memenuhi Standar

Abdul Basri • Sabtu, 8 Desember 2018 | 21:08 WIB
Puluhan Pasar Tradisional Tak Memenuhi Standar
Puluhan Pasar Tradisional Tak Memenuhi Standar

BANGKALAN – Di Bangkalan ada 29 pasar tradisional yang tersebar di 18 kecamatan. Sayangnya, yang memenuhi standardisasi pasar hanya dua. Sementara 27 pasar lainnya tak layak.


Kepala Disdag Bangkalan Budi Utomo tidak menampik pasar tradisional yang dikelolanya masih jauh dari kata layak. Sejauh ini, hanya pasar Ki Lemah Duwur (KLD) dan Galis yang layak. ”Sisanya memang masih belum,” akunya Jumat (7/12).


Masyarakat memang bisa memilih antara pasar tradisional dan modern. Kesan pasar tradisional kumuh, becek, bau, dan lain-lain. Sementara pasar modern bersih, nyaman, dan tidak becek. ”Ke depan, kita coba melakukan revitalisasi pasar untuk bisa punya kesan nyaman,” janjinya.


Hanya, lanjut Budi, selama ini kendalanya anggaran terbatas. Beberapa bulan lalu lembaganya mengajukan revitalisasi pasar kepada pemerintah pusat. Namun, belum ada respons.


Pasar yang diajukan mendapat program revitalisasi yaitu Pasar Socah, Kwanyar, Labang, Tanah Merah, Blega, Sepulu, Klampis, Arosbaya, Modung, dan Kedungdung. ”Kami juga mengajukan ke pemerintah pusat. Tapi, belum ada respons,” ujarnya.


Anggota Komisi B DPRD Bangkalan Muhlis Assuryani mengutarakan, pasar tradisional yang dikelola disdag sebanyak 29. Namun, yang cukup bagus dan layak hanya Pasar KLD dan Pasar Galis. ”Selebihnya kumuh, becek, pokoknya tidak nyaman,” ungkap dia.


Karena itu, disdag segera merevitalisasi pasar. Jika itu dibiarkan, lambat laun pasar tradisional akan tergeser dengan keberadaan pasar modern. Sekarang ini tanda-tandanya mulai terlihat. ”Disdag tidak boleh diam. Harus cepat diatasi yang beginian ini,” ujarnya.


Politikus PKS itu meminta disdag merevitalisasi 27 pasar lain seperti Pasar KLD dan Galis. ”Buatlah pengunjung merasa nyaman,” pintanya.


Menurut dia, keberadaan pasar tradisional sangat membantu pendapatan daerah. Kontribusinya sangat jelas. Untuk itu, disdag harus merawatnya dengan baik. ”Kalau tidak, ya siap-siap kehilangan pendapatan asli daerah dari pasar,” pungkasnya. 


 

Editor : Abdul Basri
#bangkalan