Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Halte Jadi Warung Dadakan PKL

Abdul Basri • Jumat, 7 September 2018 | 09:20 WIB
Halte Jadi Warung Dadakan PKL
Halte Jadi Warung Dadakan PKL

BANGKALAN – Pembangunan enam halte di Bangkalan telah menguras anggaran Rp 1,4 miliar. Sayangnya, fungsi dan manfaat aset tersebut belum sesuai peruntukannya. Bahkan, sebagian halte jadi warung dadakan pedagang kaki lima (PKL).


Enam halte tersebut tersebar di berbagai titik. Di antaranya, depan kantor Bappeda Jalan Raya Soekarno-Hatta, depan Masjid Agung di Jalan Raya KH Hasyim Asy’ari, dan depan RSUD Syamrabu di Jalan Raya Pemuda Kaffa. Lalu, di depan Pasar KLD di Jalan Raya Halim Perdanakusuma, Jalan Raya Besel, dan depan kantor Kecamatan Burneh.


Pantauan Jawa Pos Radar Madura, halte di Jalan Raya Soekarno-Hatta dan Jalan Raya KH Hasyim Asy’ari hanya jadi venue foto. Sementara halte Jalan Raya Pemuda Kaffa jadi warung PKL. Di depan halte terdapat gerobak dan di dalam jadi tempat makan dan minum bagi pembeli.


Kabid Prasarana Dishub Bangkalan Zainal Arifin mengutarakan, lembaganya menyediakan dana Rp 25.850.000 untuk pemeliharaan enam halte. Seperti melakukan pengecatan agar besi tak berkarat.


Menurut Zainal, kurang efektifnya keberadaan halte tidak hanya terjadi di Bangkalan. Di daerah-daerah lain di Indonesia juga sama. Sebab, saat ini banyak warga memiliki kendaraan pribadi, banyak warga menggunakan taksi atau ojek online. Dengan demikian, angkutan jarang mangkal di halte.


Zainal belum mengetahui pasti halte di depan RSUD Syamrabu yang jadi warung dadakan. Dia mengira PKL itu hanya mangkal di depan halte.


Dia berjanji akan menegur PKL agar tidak memanfaatkan halte untuk dijadikan warung berjualan. ”Pasti kami tegur,” janjinya. 

Editor : Abdul Basri