BANGKALAN – Pengerjaan pembangunan revitalisasi pasar rakyat Galis, Bangkalan, masih dalam pengerjaan hingga Selasa (5/12). Proyek belasan miliar itu harus tuntas pada 31 Desember mendatang. Dengan demikian, waktu kerja rekanan tinggal 21 hari.
Pantauan Jawa Pos Radar Madura, saat ini proyek pengerjaan sudah sampai pada pemasangan atap bangunan. Beberapa pekerja juga masih terlihat melakukan pemolesan pada dinding bangunan pasar.
Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Budi Utomo menerangkan, laporan terakhir yang diterima lembaganya pekan lalu, pengerjaan sudah 85 persen. Untuk progres saat ini, dia mengaku belum melakukan pengecekan lebih lanjut. Dimungkinkan sudah mencapai 90 persen.
”Untuk minggu ini kami belum mengecek. Kemungkinan sudah lebih dari 85 persen. Kami akan pantau lagi,” katanya.
Budi berharap pengerjaan bisa rampung sesuai jadwal yang ditentukan. Dengan demikian, pasar bisa segera ditempati pedagang. Dia juga berharap kualitas pembangunan pasar sesuai dengan rencana anggaran biaya (RAB).
”Semoga tidak ada kendala. Kami berharap bisa dikerjakan sebaik-baiknya. Kemungkinan Februari sudah bisa ditempati pedagang,” ucap mantan Kepala Dinas Perikanan Bangkalan itu.
Anggota Komisi B DPRD Bangkalan M. Husni Syakur mengingatkan agar pengerjaan sesuai dengan spesifikasi. Meski hampir mendekati deadline, pengerjaan harus memenuhi kualitas.
”Jangan asal-asalan. Kualitas bangunan harus diperhatikan. Apalagi anggarannya sampai belasan miliar. Harus bagus,” desak politikus PDI Perjuangan itu.
Perlu diketahui, Disdag Bangkalan mendapatkan kucuran dana Rp 14.138.370.000 bersumber dari APBN 2017 untuk program proyek pembangunan pasar rakyat Galis. PT Anugerah Konstruksi Indonesia keluar sebagai pemenang lelang dengan nilai kontrak Rp 13.921.000.000.
Waktu pengerjaan terhitung sejak 11 Agustus hingga 31 Desember 2017. Pasar itu menyediakan sekitar 545 unit termpat berjualan. Terdiri dari 293 kios dan 252 los bagi pedagang.
Editor : Abdul Basri