BANGKALAN – Kondisi Pelabuhan Sarimuna di Desa Telaga Biru, Kecamatan Tanjungbumi, Bangkalan, terus dikeluhkan warga. Pengelolaan satu-satunya pelabuhan di wilayah utara Bangkalan itu kian tidak jelas.
Moh. Rokip kerap mendatangi Pelabuhan Sarimuna. Sebagai warga Kecamatan Tanjungbumi, pria 40 tahun itu kecewa atas keberadaan pelabuhan di Desa Telaga Biru tersebut. Dia menganggap tidak ada kemajuan dalam pembangunan fasilitas di Pelabuhan Sarimuna.
Menurut Rokib, pengelola pelabuhan terkesan main-main. ”Pengelolaan pelabuhan tidak jelas. Pelabuhan ini untuk apa sebenarnya,” katanya saat ditemuai Jawa Pos Radar Madura di pelabuhan Selasa (1/8).
Dia menjelaskan, manfaat keberadaan pelabuhan tersebut tidak begitu signifikan bagi masyarakat. Bahkan ada yang mengatakan, tidak ada perbedaan antara sebelum dan sesudah Pelabuhan Sarimuna dikelola. ”Pelayanan sama saja. Sampai sekarang pelabuhan itu tidak dilengkapi dermaga,” ungkapnya.
Sejak dulu, pedagang kayu dan sapi dari Madura yang dikirim ke Kalimantan sulit menaikkan barang muatan ke kapal. Kesulitan itu tetap terjadi hingga sekarang. ”Pelayanan tidak ada perbedaan. Pemerintah menggaji orang yang tidak ada kerjaan di pelabuhan,” sebutnya.
Dia meminta pengelola pelabuhan memerhatikan keberadaan pelabuhan di Kecamatan Tanjungbumi itu. Dengan begitu, manfaat ekonominya dirasakan masyarakat dan pengguna jasa pelabuhan. ”Masuk ke pelabuhan ini seperti pelabuhan mati karena minim aktivitas,” ujarnya.
Hal senada disampaikan politikus Partai Demokrat Agus Kurniawan yang menjadi wakil rakyat di DPRD Bangkalan asal pantura. Menurut dia, banyak warga yang mengeluh atas pengelolaan pelabuhan di Desa Telaga Biru.
”Saya sebagai wakil rakyat menyayangkan pengelolaan pelabuhan itu tidak dimaksimalkan. Terutama, perlengkapan fasilitas pelabuhan banyak yang kurang,” terangnya.
Keberadaan pelabuhan mestinya dapat mendongkrak perekonomian masyarakat di wilayah pantura. Namun, setelah beberapa tahun beroperasi, pelabuhan tersebut tidak berdampak signifikan.
”Kami berharap ada perhatian khusus dari pemerintah pusat atas pengembangan Pelabuhan Telaga Biru,” tukasnya.
Kepala KSOP Pelabuhan Telaga Biru Ansori tidak ada di kantornya kemarin. Dihubungi melalui telepon, dia mengaku sedang mengikuti rapat di Jakarta bersama pimpinannya. ”Mohon maaf saya sedang rapat, tidak bisa diganggu,” katanya singkat.
Editor : Abdul Basri