Minggu, 19 May 2019
radarmadura
icon featured
Sampang

Nilai UNBK Sampang Terendah Lagi

Rata-Rata di Bawah Standar Kompetensi Lulusan

14 Mei 2019, 05: 25: 59 WIB | editor : Abdul Basri

FOKUS: Siswa-siswi tingkat SMA mengikuti UNBK di SMAN 1 Ketapang awal April 2019.

FOKUS: Siswa-siswi tingkat SMA mengikuti UNBK di SMAN 1 Ketapang awal April 2019. (RadarMadura.id)

SAMPANG – Harapan untuk mendongkrak nilai ujian nasional berbasis komputer (UNBK) di Sampang belum terwujud. Buktinya, tahun ini Sampang kembali menempati urutan terendah perolehan rata-rata nilai UNBK SMA/SMK dari 38 kabupaten/kota se-Jawa Timur. Hasil ini menjadi pengulangan dari tahun sebelumnya yang juga berada di urutan paling buncit.

Kepala Cabang Dinas Pendidikan Jawa Timur Wilayah Sampang Asyari menyatakan, tahun ini rata-rata nilai UNBK di Kota Bahari di bawah standar kompetensi lulusan (SKL). Angka SKL minimal rata-rata 5,5. Sedangkan nilai rata-rata Sampang berada di bawah angka 5.

Untuk tingkat SMK, nilai rata-rata bahasa Inggris 34,50. Kemudian, bahasa Indonesia 51,78 dan matematika 31,50. Nilai mata pelajaran pilihan sesuai dengan kompetensi keahlian juga di bawah SKL.

Hal yang sama terjadi pada jurusan IPS SMA. Nilai matematika rata-rata siswa 33,27. Kemudian, bahasa Indonesia 42,87 dan bahasa Inggris 38,00. Nilai materi pilihan sesuai jurusan, yakni ekonomi, sejarah, dan geografi, juga berada di bawah standar.

Untuk jurusan IPA SMA, kurang lebih nilai yang diperoleh sama. Bahasa Inggris 42,66; matematika 35,13; dan bahasa Indonesia 55,09. Sementara materi pilihan seperti biologi, fisika, dan kimia juga berada di bawah angka 50.

”Rata-rata nilainya memperoleh katagori D. Hanya nilai rata-rata bahasa Indonesia di jurusan IPA yang memperoleh C karena nilainya mencapai 55,09 di atas SKL,” jelas Asyari kemarin (13/5).

Total peserta UNBK di Sampang 6.360 siswa. Perinciannya, 3.529 siswa SMA dan 2.831 SMK. Mereka rata-rata berasal dari lembaga pendidikan swasta. ”Sekolah negeri itu untuk SMA 10 lembaga dan SMK 7 lembaga. Sedangkan yang swasta dari SMA dan SMK sebanyak 163,” tegasnya.

”Meski demikian, ada beberapa siswa yang nilainya bagus. Tapi setelah dirata-ratakan dengan siswa lainnya, nilainya tidak mampu didongkrak,” imbuhnya.

Faktor penyebab nilai UNBK selalu terendah sampai saat ini fasilitas pendidikan di Sampang kurang memadai. Hal itu terjadi karena mayoritas lembaga pendidikan tingkat SMA/SMK berstatus swasta. Dari segi pembelajaran, menurut dia, terus diakukan pembenahan. Sejak tahun pelajaran baru, para siswa diberi pembinaan untuk persiapan UNBK. Tetapi, menurut dia, ketika tiba pada pelaksanaan, nilainya tidak sebagus yang diharapkan.

”Langkah strategis kami, memerintahkan kepala sekolah untuk menganalisis seluruh mata pelajaran. Kemudian, menyusun strategi pembelajaran untuk mengangkat prestasi ujian nasional,” jelas pria asal Sumenep itu.

Selain dari penguatan pendidik dan fasilitas pembelajaran, pihaknya meminta orang tua siswa meningkatkan semangat belajar. Sebab, kata dia, tanpa dukungan orang tua di rumah, sebagus apa pun pendidikan di sekolah tidak akan maksimal. Selama ini banyak sekolah menerapkan sistem pembelajaran yang bagus, tapi dukungan dari orang tua masih minim.

”Tahun depan targetnya harus keluar dari D. Minimal C-lah karena tinggal beberapa digit untuk beberapa mata pelajaran agar mencapai nilai sesuai SKL,” tukasnya.

Ketua Komisi IV DPRD Sampang Amin Arif Tirtana mengaku prihatin atas rendahnya nilai rata-rata UNBK. Menurut dia, hal itu perlu dievaluasi secara menyeluruh. Bukan hanya dari sistem pembelajaran, melainkan juga dari fasilitas penunjang pendidikan.

”Metode pembelajarannya harus dievaluasi. Tetapi, saat yang sama fasilitas pendidikan juga harus dibenahi. Sebab, tidak mungkin pendidikan berkualitas tanpa dukungan sarana dan prasarana yang memadai,” sarannya.

(mr/mam/luq/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia