Minggu, 19 May 2019
radarmadura
icon featured
Features

Peran Organisasi Alumni Pondok Pesantren Mambaul Ulum Bata-Bata (2)

Di Malaysia Ngajari Ngaji dan Bantu Para TKI

13 Mei 2019, 13: 45: 34 WIB | editor : Abdul Basri

PEDULI: Pengurus Ikaba Malaysia menyerahkan bantuan secara simbolis pada TKI karena kongsinya atau asramanya terbakar beberapa waktu lalu.

PEDULI: Pengurus Ikaba Malaysia menyerahkan bantuan secara simbolis pada TKI karena kongsinya atau asramanya terbakar beberapa waktu lalu. (ASDIRI FOR RadarMadura.id)

Alumni Pondok Pesantren Mambaul Ulum Bata-Bata (Muba) tidak hanya berperan di bidang pendidikan. Mereka bahkan juga mengurusi tenaga kerja Indonesia (TKI).

MOH. ALI MUHSIN, Pamekasan

ALUMNI Pondok Pesantren Mambaul Ulum Bata-Bata bergerak dinamis. Sesuai dengan tujuan pendirian Ikatan Alumni Bata-Bata (Ikaba) sebagai wadah sekaligus instrumen dinamisasi gerak langkah.

DEMI MASA DEPAN: Pengurus Ikaba di Malaysia mengajari anak TKI dan anak warga setempat baca Alquran di bulan Ramadan.

DEMI MASA DEPAN: Pengurus Ikaba di Malaysia mengajari anak TKI dan anak warga setempat baca Alquran di bulan Ramadan. (ASDIRI FOR RadarMadura.id)

Khususnya untuk memberikan sumbangan yang bermanfaat bagi para anggota, pesantren, agama, bangsa, dan negara. Sebab, selain di Indonesia, Ikaba juga sudah berdiri di beberapa negara. Seperti Arab Saudi, Malaysia, dan Yaman.

Di Malaysia misalnya. Ikaba memiliki program mengajar untuk anak-anak TKI dan anak-anak warga setempat. Bahkan, beberapa waktu lalu sudah ada puluhan pelajar yang diwisuda oleh Ikaba.

Mereka telah fasih membaca Alquran menggunakan metode At-Tanzil. Metode akselerasi baca Alquran ini milik Pondok Pesantren Muba. Saat ini, metode tersebut sudah diimplementasikan di negeri jiran.

Pengurus Ikaba Malaysia Asdiri menjelaskan, pihaknya aktif mendidik anak-anak karena mereka sulit mengenyam pendidikan. Khususnya bagi anak-anak TKI. Karena itu, Ikaba tergerak untuk mencetuskan program mengajar.

”Kita mengajar anak-anak TKI dan anak warga Malaysia sebagai wujud dari perluasan misi dakwah dan program Ikaba. Kita harapkan anak-anak itu memiliki pendidikan yang layak,” terangnya.

Program-program Ikaba tersebut mendapatkan apresiasi dari KBRI Kuala Lumpur. Sebab, Ikaba telah ikut membantu pemerintah dalam memberikan pendidikan kepada anak-anak TKI dan bahkan masyarakat setempat. Karena itu, pada momentum wisuda yang digelar Ikaba, pihak KBRI juga datang.

Selain metode akselerasi At-Tanzil, Ikaba juga berencana merealisasikan program akselerasi lainnya yang ada di Muba yang bisa diterapkan di Malaysia. Seperti metode Nubdzatul Bayan agar bisa cepat baca kitab kuning, arkom, dan pengembahan sejumlah bahasa asing.

”Mohon sambung doa semoga dalam waktu dekat bisa direalisasikan di Malaysia,” harapnya.

Selain berkhidmat dalam sektor pendidikan, Ikaba Malaysia juga bergerak dalam bidang sosial. Ikaba memiliki program untuk mengumpulkan zakat dan dana kurban. Lalu, dana itu disalurkan kepada masyarakat yang memang berhak menerima.

”Kita juga aktif menyalurkan bantuan bencana. Ketika ada asrama TKI yang kemarin terbakar, kita terjun untuk memberi bantuan,” terangnya.

Dalam bidang usaha, Ikaba Malaysia juga bergerak dalam Ikaba-imaba trading atau bergerak dalam jual beli. Barang yang dijual sesuai dengan kebutuhan orang-orang Indonesia. Selain itu juga bergerak dalam bidang kontrak pembangunan.

Komitmen untuk mengabdi kepada masyarakat juga ditunjukkan Ikaba Kalimantan. Mereka aktif menggelar kegiatan-kegiatan kemasyarakatan. ”Kita turun ke masyarakat mengajar anak-anak yang butuh perhatian pendidikan,” terang Seksi Humas Ikaba Kalimantan Lukman Hakim.

Sementara untuk kegiatan internal, setiap minggu rutin melakukan kajian kitab Al-Hikam. ”Setiap bulan Ramadan kita menggelar haul masyaikh Bata-Bata,” terangnya.

(mr/luq/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia