Minggu, 19 May 2019
radarmadura
icon featured
Features

Sepuluh Tahun Burasno Daur Ulang Ban Bekas Jadi Produk Kreatif

25 April 2019, 12: 34: 38 WIB | editor : Abdul Basri

GIGIH: Burasno membuat tempat sampah dari ban bekas di rumahnya Desa Tambung, Kecamatan Galis, Pamekasan, kemarin.

GIGIH: Burasno membuat tempat sampah dari ban bekas di rumahnya Desa Tambung, Kecamatan Galis, Pamekasan, kemarin. (PRENGKI WIRANANDA/RadarMadura.id)

Sampah bisa jadi produk kreatif yang dapat menghasilkan duit. Seperti yang dilakukan Burasno. Ban mobil bekas disulap menjadi aneka produk kreatif.

PRENGKI WIRANANDA, Pamekasan

RATUSAN ban mobil bekas menumpuk di rumah milik Burasno. Tempat sampah dengan aneka bentuk dan motif tersusun rapi di bagian tempat penyimpanan. Sementara sang pemilik rumah, sibuk mengutak-atik ban dari bahan dasar karet itu.

Dengan telaten, kedua tangannya bergerak memotong ban sesuai bentuk yang diinginkan. Berbagai perkakas berserakan siap digunakan. Palu dan paku merupakan perkakas yang paling sering berada di tangan pria murah senyum itu.

Burasno sangat lihai membuat tempat sampah dari ban bekas itu. Maklum, dia menggeluti usaha tersebut sejak sepuluh tahun yang lalu. Pahit manis menjalankan usaha dia rasakan. Namun, semangatnya tidak pernah surut.

Usaha daur ulang ban bekas terus digeluti dan dikembangkan. Apalagi sebelumnya dia hanya bekerja serabutan. Kegigihannya itu bukan tanpa alasan. Bagi Burasno, usaha yang ditekuni itu bukan sekadar persoalan finansial. Tetapi, lebih pada perlindungan lingkungan dari sampah.

Ban bekas bisa menjadi sampah yang membahayakan terhadap lingkungan. Masyarakat biasanya membakar roda mobil yang terbuat dari bahan karet itu. Akibatnya, ban mencair tetapi tidak musnah. Ada sisa karet.

Sisa pembakaran menjadi sampah yang sangat sulit terurai. Jika dibuang ke laut, bisa puluhan hingga ratusan tahun untuk mengurai sampah itu. Sangat berdampak pada pencemaran lingkungan.

Atas dasar keinginan menjaga lingkungan itu, Burasno tetap semangat, meski bisnis yang dijalani mengalami pasang surut. Sekarang bisnis itu berkembang pesat dan hasilnya dapat dipetik.

Burasno mengatakan, ban bekas yang disulap menjadi tempat sampah itu didapat dari bengkel. Ada pula yang didapat dari tempat pembuangan sampah. Setiap bulan, pria penyabar itu bisa produksi 150 unit bak sampah.

Produknya dipasarkan ke sejumlah daerah di Madura. Rata-rata, pemesan dari sekolah. Ada pula warga setempat membeli produk buatannya. ”Satu bak sampah saya jual Rp 60 ribu sampai Rp 80 ribu,” katanya kepada RadarMadura.id kemarin (24/4).

Motif yang digunakan beragam. Mulai dari bunga hingga batik. Pembeli bisa memesan motif yang diinginkan. Burasno tidak hanya produksi bak sampah. Tetapi, aneka perabot rumah tangga lain seperti kursi dan meja.

Beberapa waktu terakhir, banyak warga yang mengikuti jejak Burasno. Bagi dia, banyaknya pesaing bukan masalah. Sebab, rezeki sudah ada yang mengatur. Justru, dia mengaku senang.

Sebab, semakin banyak perajin produk kreatif dari ban dan sampah lainnya, lingkungan akan semakin bersih. Pencemaran lingkungan diyakini dapat ditekan. ”Bukan sekadar uang, tetapi juga untuk lingkungan,” katanya.

Pria yang saat ditemui berkaus itu berharap masyarakat semakin banyak memanfaatkan sampah untuk produk kreatif. Berbagai produk bisa diciptakan asal ada kemauan dan semangat. ”Ayo sama-sama jaga lingkungan dengan membuat produk kreatif,” ajaknya.

Anggota Komisi II DPRD Pamekasan Harun Suyitno mendukung penuh usaha kreatif yang dijalankan Burasno. Pemerintah harus mulai melirik usaha kreatif sebagai binaan. Sebab, selain bisa meningkatkan perekonomian warga, juga menjaga lingkungan dari ancaman sampah.

Harun berpendapat, usaha kreatif seperti ini (daur ulang) bisa disuntik modal agar lebih menggeliat. Produksinya juga bisa lebih banyak dan berkualitas sehingga tidak hanya dimanfaatkan sekolah. Masyarakat umum juga menggunakan produk itu.

Harun berjanji akan berkoordinasi dengan eksekutif mengenai rencana pembinaan tersebut. ”Usaha kreatif ini sangat bagus untuk dikembangkan,” katanya.

(mr/luq/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia