Minggu, 19 May 2019
radarmadura
icon featured
Hukum & Kriminal
Polisi Tetapkan Lima Tersangka

Kasus Penembakan Ditangani Polda Jatim

19 April 2019, 14: 30: 13 WIB | editor : Abdul Basri

TEGAS: Kapolres Sampang AKBP Budi Wardiman ditemui di Gudang Logistik KPU Sampang kemarin.

TEGAS: Kapolres Sampang AKBP Budi Wardiman ditemui di Gudang Logistik KPU Sampang kemarin. (RUSYDI ZAIN/RadarMadura.id)

SAMPANG – Polisi bergerak cepat menangani kasus penembakan di Desa Tapaan, Kecamatan Banyuates, Sampang. Lima orang ditetapkan sebagai tersangka. Kasus tersebut kini ditangani Polda Jawa Timur setelah dilimpahkan oleh Polres Sampang.

Kapolres Sampang AKBP Budi Wardiman mengatakan, pasca kejadian pihaknya mengamankan dua orang. Mereka diduga sebagai dalang atau pemicu utama dalam kasus penembakan tersebut. Setelah dikembangkan, pihaknya kembali mengamankan tiga orang lainnya dari komplotan Muarah.

Menurut dia, Muarah dan empat komplotannya diserahkan ke Polda Jawa Timur setelah diamankan di Polres Sampang. ”Total ada lima tersangka yang berhasil kami amankan. Semuanya merupakan komplotan Muarah,” katanya tanpa menyebutkan identitas empat tersangka selain Muarah kemarin (18/4).

Budi mengungkapkan, kasus penembakan itu dipicu tindakan intimidasi oleh Muarah dan komplotannya terhadap saksi caleg DPRD Sampang dari Partai Hanura bernama Moh. Farfar. ”Kasus penembakan di Banyuates itu dilimpahkan ke polda, langsung ditangani oleh polda,”| terang Budi.

Pelimpahan kelima tersangka dilakukan Polres Sampang pukul 01.00 kemarin (18/4). Menurut Budi, kasus tersebut sengaja dilimpahkan ke polda untuk menjaga kondusivitas. ”Dilimpahkan ke polda karena itu tergolong kasus yang menonjol pada pemilu kali ini,” terangnya.

Pihaknya juga mengaku sedang melakukan penyelidikan terhadap kubu yang menjadi korban penembakan tersebut. Menurut dia, seluruh yang terlibat dalam kasus tersebut akan diselidiki dan dimintai keterangan.

Pemilihan umum (pemilu) di Desa Tapaan, Kecamatan Banyuates, Sampang, diwarnai keributan Rabu (17/4). Sekitar pukul 10.15, seorang simpatisan salah satu calon DPRD Sampang tertembak. Lokasinya tak jauh dari tempat pemungutan suara (TPS) 08.

Insiden tersebut bermula saat Muarah bersama rekan-rekannya mengintimidasi dan mencoba merebut mandat saksi Moh. Farfar, di sejumlah TPS Desa Tapaan. Muarah merupakan salah satu tokoh di Kecamatan Banyuates.

Kejadian itu lalu disampaikan kepada tim dan keluarga Farfar. Mereka dikomando Moh, Wijdan, yang tak lain adalah keponakan Farfar, langsung mendatangi lokasi. Kedatangan Wijdan ke lokasi untuk mengklarifikasi terhadap tindakan Muarah. Sebab, berdasarkan laporan saksi, yang melakukan intimidasi dan mau merebut mandat saksi adalah Muarah.

Wijdan bertemu Muarah di tengah jalan. Muarah kemudian mengeluarkan senjata api (senpi) dan ditembakkan kepada Wijdan. Tapi, tembakannya meleset. Peluru malah mengenai pergelangan tangan kanan Mansur, simpatisan Farfar. Mansur merupakan warga Desa Ketapang Daya, Kecamatan Ketapang.

Ketua Panwascam Banyuates Sidiq mengatakan, peristiwa itu tidak berpengaruh terhadap proses pengembalian logistik ke kecamatan. Logistik yang sudah terkumpul di kecamatan dari tingkat desa mencapai 50 persen pada pukul 16.00. ”Desa Tapaan sudah masuk logistiknya sebelum magrib. Total logistik masuk masih lima puluh persen,” terangnya.

Anggota PPK Banyuates Divisi SDM dan Parmas Siti Aisyah mengatakan, distribusi logistik dari desa ke kecamatan sudah 50 persen. Tidak ada dampak terhadap pungut hitung sekaligus distribusi atas kejadian kasus penembakan. ”Secara keseluruhan proses pemilu di Banyuates berjalan lancar,” terangnya.

Namun, ada beberapa TPS yang disengketakan dan masih dalam penanganan Bawaslu. Saat ini pihaknya sedang fokus terhadap proses pengembalian logistik dari desa ke kecamatan.

”Ada yang bermasalah di satu TPS di Banyuates, tapi itu bukan di Desa Tapaan. Desa lain, dan sudah ditangani Bawaslu,” imbuh Siti.

Berkaitan dengan kasus perampasan dan pencurian kotak suara di Desa Bapelle, Kecamatan Robatal, Sampang, Budi memastikan Yusuf dan Romadhon masih berada di Mapolres Sampang. Pihaknya masih menunggu keputusan sentra penegakan hukum terpadu (gakkumdu).

”Kalau pencuri kotak suara kami yang menangani. Tapi, masih menunggu gakkumdu seperti apa keputusannya, apakah masuk kriminal atau bagaimana,” imbuh Budi.

Sebelumnya, Yusuf, 35, dan Romadhon, 20, nekat membawa lari kotak suara untuk calon DPRD Sampang. Dua warga Desa Bapelle, Kecamatan Robatal, Sampang ini beraksi di TPS 13 Desa Bapelle. Namun, upaya mereka berhasil digagalkan polisi.

Mereka membawa kotak suara menggunakan mobil Suzuki Ertiga M 1697 HI. Mobil itu baru bisa dihentikan setelah dihadang menggunakan mobil truk Dalmas. Sebelum diserahkan ke polres, mereka diamankan di Polsek Robatal.

(mr/rus/luq/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia