Minggu, 19 May 2019
radarmadura
icon featured
Bangkalan

Satu TPS PSU, Dua TPS Hitung Ulang

19 April 2019, 14: 23: 16 WIB | editor : Abdul Basri

Ketua Bawaslu Bangkalan A. Mustain Saleh.

Ketua Bawaslu Bangkalan A. Mustain Saleh. (A. YUSRON FARISANDY/RadarMadura.id)

BANGKALAN – Pemilihan umum (pemilu) serentak di Bangkalan menyisakan masalah. Bawaslu meminta KPU untuk melakukan pemungutan suara ulang (PSU). PSU yang dimaksud tersebut di TPS 15 Desa Banyoneng Laok, Kecamatan Geger.

Ketua Bawaslu Bangkalan A. Mustain Saleh mengutarakan, TPS 15 Desa Banyoneng Laok harus dilakukan PSU. Terdapat kejanggalan yang mengarah pada pelanggaran pemilu. Ditengarai ada warga tidak memiliki hak pilih, tetapi ikut mencoblos. ”Ada pemilih yang tidak punya hak pilih, tapi menggunakan hak pilih di TPS 15,” kata Mustain.

Dugaan pelanggaran tersebut diketahui pengawas TPS di lapangan. Pihaknya terus melakukan investigasi untuk mengetahui data pemilih yang mencoblos di TPS 15. Sementara, mereka tidak punya hak pilih di sana. ”Yang jelas, kami rekomendasikan PSU,” ujarnya.

Selain merekomendasikan PSU di TPS 15 Desa Banyoneng Laok, Bawaslu juga meminta penghitungan surat suara ulang di TPS lain. Yakni, TPS 008 Desa Katol Barat, Kecamatan Geger, dan TPS 002 Desa Jukong, Kecamatan Labang. Dua TPS itu direkomendasikan agar hitung ulang karena saksi dan pengawas TPS 008 Katol Barat serta masyarakat tidak dapat menyaksikan proses penghitungan suara secara jelas.

Kemudian, untuk TPS 002 Desa Jukong disebabkan ada ketidaksesuaian jumlah hasil penghitungan surat suara dengan jumlah pemilih yang menggunakan hak pilih.

Komisioner KPU Bangkalan Badrun membenarkan bahwa akan ada satu TPS yang berpotensi PSU. Yakni, TPS 15 Desa Banyoneng, Kecamatan Geger. Namun, hal itu harus diplenokan berdasarkan keputusan KPU. ”Rekomendasi dari Bawaslu sampai sekarang belum nyampek ke KPU,” katanya.

Bisa saja rekomendasi PSU itu masih ada di panitia pemilihan kecamatan (PPK) Geger. Hanya, tetap memungkinkan dilakukan PSU untuk TPS 15 di Desa Banyoneng Laok, Kecamatan Geger. ”Kabarnya ada pemilih yang tidak punya hak pilih, tapi nyoblos di TPS tersebut,” paparnya.

Adapun untuk pelanggaran pemilu yang lain sejauh ini belum ada laporan. Tetapi, tidak tahu hasil temuan Bawaslu. KPU siap menindaklanjuti rekomendasi Bawaslu. ”Kami tunggu saja rekomendasi Bawaslu nanti, kalau itu ada,” pungkasnya.

(mr/daf/luq/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia