Minggu, 19 May 2019
radarmadura
icon featured
Sumenep

Sama-Sama Klaim Menang

Tetap Tunggu Real Count KPU

19 April 2019, 14: 18: 02 WIB | editor : Abdul Basri

ENTRI DATA: Ketua TKK Pamekasan Abdullah Ibrahim (kanan) berbincang dengan operator quick count Jokowi-Ma’ruf di Ponpes Sabilul Ihsan, Desa Jalmak, Kecamatan Kota Pamekasan, kemarin.

ENTRI DATA: Ketua TKK Pamekasan Abdullah Ibrahim (kanan) berbincang dengan operator quick count Jokowi-Ma’ruf di Ponpes Sabilul Ihsan, Desa Jalmak, Kecamatan Kota Pamekasan, kemarin. (PRENGKI WIRANANDA/RadarMadura.id)

SUMENEP – Hasil penghitungan perolehan suara calon presiden dan calon wakil presiden di Sumenep masih buram. Belum ada lembaga survei yang melakukan hitung cepat tingkat kabupaten. Termasuk kedua tim pasangan calon (paslon) juga tidak menggelar hitung cepat secara terbuka.

RadarMadura.id mencoba konfirmasi kepada KH Imam Hasyim selaku ketua Tim Kampanye Daerah (TKD) capres-cawapres nomor urut 01 Joko Widodo-Ma’ruf Amin. Tapi dia menyebut bahwa tidak ada hitung cepat secara terbuka. Pihaknya melakukan penghitungan secara tertutup di tingkat kecamatan masing-masing.

Pihaknya mengklaim paslon nomor urut 01 di Sumenep unggul. ”Kami menerima informasi dari PAC-PAC, baik itu PKB ataupun dari partai koalisi, alhamdulillah untuk 01 sangat menggembirakan, walaupun tidak signifikan, antara 7–10 persen,” kata Imam saat ditemui di kantor DPC PKB Sumenep kemarin (18/4).

TUNTAS: Anggota linmas menunjukkan hasil perolehan suara di TPS 11 Kelurahan Pajagalan, Kecamatan Kota Sumenep, Rabu sore (17/4).

TUNTAS: Anggota linmas menunjukkan hasil perolehan suara di TPS 11 Kelurahan Pajagalan, Kecamatan Kota Sumenep, Rabu sore (17/4). (IMAM S. ARIZAL/RadarMadura.id)

Berdasar informasi yang dia terima, perolehan 01 dengan 02 saling kejar-mengejar. Di beberapa kecamatan, pasangan Jokowi-Ma’ruf unggul. Seperti di Pragaan, Bluto, Saronggi, Kalianget, Gapura, dan Pasongsongan. ”Dalam hitung cepat itu, untuk 01 antara 7–10 persen lah,” jelas mantan ketua DPRD Sumenep tersebut.

Pihaknya masih melakukan hitung manual dari form C1 yang dipegang para saksi. Dalam satu atau dua hari ke depan akan mengadakan pertemuan dengan partai koalisi. Dari situlah kemudian akan dibangun kesepakatan kapan akan mengumumkan hasil akhir pemilu kepada publik.

Hal yang sama juga dilakukan tim pemenangan daerah Prabowo Subianto-Sandiaga Salahuddin Uno. Mereka tidak melakukan hitung cepat secara terbuka. Bahkan di kantor posko pemenangan 02, yakni di DPC Gerindra Sumenep tidak ada aktivitas sama sekali kemarin.

Saat JPRM mendatangi kantor di Jalan Adirasa Blok Flamboyan Nomor 33 Kota Sumenep itu, tidak ada elite partai yang ngantor. JPRM hanya ditemui kader Gerindra Taufik. Taufik menjelaskan bahwa pihaknya memang tidak melakukan hitung cepat. ”Sekarang belum rekap riil karena masih ada di Kordapil masing-masing,” kata Taufik.

Tetapi pihaknya juga mengklaim bahwa paslon 02 juga unggul di Sumenep. Hal itu berdasarkan laporan dari bawah yang menyebut menguasai beberapa kecamatan. Termasuk di Kecamatan Kota juga unggul tinggi. ”Kita belum bisa menyebutkan angka karena datanya masih di masing-masing Kordapil,” tukasnya.

Tim capres-cawapres nomor urut 02 di Sampang juga mengklaim unggul 70 persen. Klaim tersebut disampaikan Fauzan Adhima selaku ketua tim pemenangan nomor urut 02 berdasar data C1. Menurut dia, hampir di seluruh kecamatan di Sampang perolehan suara Prabowo-Sandi unggul.

Bahkan, di salah satu TPS di Kecamatan Kota, pasangan Prabowo-Sandi menang telak. Namun, pihaknya tidak bisa membocorkan angka pasti dari perolehan suara Prabowo-Sandi. Sementara data tersebut dirahasiakan dan tidak ditunjukkan ke publik.

Nurahmad selaku ketua tim pemenangan Jokowi-Ma’ruf mengakui bahwa di Sampang kalah. Perrinciannya, 40 persen suara Jokowi-Ma’ruf dan 60 persen untuk Prabowo-Sandi. Namun, C1 belum terkumpul semua. ”Hasil akhirnya kami belum tahu, menunggu rekapitulasi di tingkat desa ke kecamatan dan kabupaten,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Tim Kampanye Kabupaten (TKK) Pamekasan Abdullah Ibrahim mengatakan, entri data dilakukan sejak penghitungan di tingkat tempat pemungutan suara (TPS). Tetapi, terkendala jaringan sehingga belum rampung. Data yang masuk baru sekitar 7–10 persen dari total 3.135 TPS.

Hasilnya, paslon nomor urut 01 kalah dari paslon 02. Tetapi, terpautnya tidak terlalu jauh. ”Kalah, tapi sedikit,” katanya kemarin (18/4). ”Kita tetap menunggu hasil real count dari KPU,” imbuhnya.

Sekretaris Badan Pemenangan Nasional (BPN) Pamekasan Heru Budi Prayitno mengatakan, pasangan Prabowo–Sandi menang mutlak di kota Gerbang Salam. Meski data belum masuk secara keseluruhan, tetapi perolehan paslon nomor urut 02 nyaris tak tertandingi.

Berdasarkan penghitungan sementara, Probowo-Sandi memperoleh di atas 70 persen. Namun, data tersebut bisa saja bertambah setelah data masuk secara keseluruhan. ”Menang mutlak di Pamekasan,” katanya.

Heru menyampaikan, perolehan suara itu akan dikawal secara optimal. Rekapitulasi tingkat kecamatan hingga kabupaten akan diawasi. Harapannya, tidak ada kecurangan yang dapat merugikan.

(mr/mam/rus/pen/luq/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia