Minggu, 19 May 2019
radarmadura
icon featured
Features

Cara KPPS di TPS 17 Longos Dongkrak Partisipasi Pemilih

Sediakan Pojok Literasi hingga Hadiah Menarik

18 April 2019, 14: 06: 48 WIB | editor : Abdul Basri

TAMPIL BEDA: Panitia menyediakan Pojok Literasi yang berisi puluhan buku untuk dibaca pemilih yang sedang antre di TPS 17, Desa Longos, Kecamatan Gapura, Sumenep, kemarin.

TAMPIL BEDA: Panitia menyediakan Pojok Literasi yang berisi puluhan buku untuk dibaca pemilih yang sedang antre di TPS 17, Desa Longos, Kecamatan Gapura, Sumenep, kemarin. (IMAM S. ARIZAL/RadarMadura.id)

Banyak cara yang dilakukan KPPS untuk meningkatkan partisipasi pemilih. Salah satunya dengan mengemas TPS semenarik mungkin hingga disediakan hadiah bagi pemilih. Itulah yang dilakukan KPPS di TPS 17, Desa Longos, Kecamatan Gapura, Sumenep.

IMAM S. ARIZAL, Sumenep

TEMPAT pemungutan suara (TPS) 17 terletak di Dusun Telentean, Desa Longos, Kecamatan Gapura, Sumenep. Lokasinya cukup jauh dari pusat Kota Sumenep. Butuh waktu sekitar 45 menit untuk sampai di tempat ini.

Jawa Pos Radar Madura (JPRM) harus meminta bantuan warga setempat untuk diantarkan ke TPS 17. Selain jauh dari perkotaan, masih harus melewati jalan desa yang sempit dan rusak berat.

Kelompok penyelenggara pemungutan suara (KPPS) di TPS ini punya cara unik untuk menarik perhatian pemilih. TPS 17 dikemas menjadi ruang kebudayaan yang menggambarkan masyarakat sekitar. TPS ini diberi nama Gubuk Literasi.

Panitia menampilkan TPS 17 dengan cara tradisional dan lekat dengan kehidupan masyarakat. Di pintu masuk, panitia memajang dua pohon pisang yang sebagian buahnya sudah matang. Ada pula satu tandan kelapa muda yang masih segar dipandang mata.

Masuk ke ruang pemungutan, sederet kursi berjejer rapi. Di depannya tersedia rak-rak buku dengan tulisan Pojok Baca. Warga yang sedang antre mendapatkan surat suara bisa mengisi waktu dengan membaca buku-buku yang tersedia.

Saat koran ini mengunjungi TPS ini sekitar pukul 10.30, ibu-ibu yang sedang antre menunggu giliran mencoblos terlihat membaca buku. Ada yang membaca dengan serius. Ada pula yang hanya melihat gambar-gambar di dalam buku itu.

Selain Pojok Baca, TPS ini juga dikemas dengan nuansa budaya lokal. Anggota KPPS kompak mengenakan pakaian adat keraton Sumenep. Di tengah-tengah area TPS terpajang maskot karapan sapi yang terbuat dari kertas.

Ketua KPPS di TPS 17 Desa Longos Badrut Tamam mengatakan, butuh waktu sekitar tiga hari memermak TPS tersebut. Biaya yang dikeluarkan cukup murah. Sebab, alat-alat yang dipakai diambil dari kekayaan masyarakat sekitar.

”Buku-buku ini juga sebagian besar milik anggota KPPS,” kata alumnus STKIP PGRI Sumenep itu.

Menurut Badrut, disediakannya Pojok Baca sebagai cara memperkenalkan semangat literasi kepada masyarakat. Menurut dia, masyarakat tidak boleh hanya diajak untuk memilih kandidat. Tetapi, ada pendidikan yang mesti diajarkan.

Karena itulah, pihaknya juga menampilkan poster-poster para pahlawan di TPS tersebut. Ada gambar KH Hasyim Asy’ari, Soekarno-Hatta, dan pahlawan-pahlawan lainnya di negeri ini. Pahlawan-pahlawan itu dipasang agar pemilih bisa mempelajari sejarah pemimpin bangsa terdahulu.

”Kita fokusnya di biografi tokoh-tokoh nasional dan pejuang NKRI. Jadi mungkin ketika masyarakat lebih dekat dengan para pemimpin dan pejuang, insyaallah masyarakat akan lebih mencintai kepada negaranya,” jelasnya.

Tak cukup dengan menampilkan TPS unik, panitia juga menyediakan hadiah bagi pemilih yang menggunakan hak suaranya. Setiap pemilih diberi nomor undian. Bagi yang beruntung berhak mendapatkan hadiah peralatan dapur.

Berkat cara itulah, partisipasi pemilih di TPS 17 tinggi. Hingga pukul 10.00 saja, peserta yang hadir mencapai 60 persen lebih. Di TPS ini ada 204 pemilih dengan rincian 98 laki-laki dan 106 orang perempuan.

”Kami yakin partisipasi pada pemilu hari ini akan mencapai 90 persen. Sebab, pukul 10.00 saja sudah 60 persen lebih,” tukas peraih beasiswa LPDP S-2 Unesa, Surabaya itu.

Salah seorang pemilih di TPS tersebut, Yusmiatun, 34, mengaku senang dengan adanya TPS yang unik ini. Pada pemilu-pemilu sebelumnya dikemas seperti TPS pada umumnya. Karenanya, siang kemarin dia tampak bersemangat menggunakan hak suara.

Hal senada disampaikan oleh Tola’ima, 25, yang juga salah satu pemilih di TPS 17. Dia senang karena ada hadiah yang disediakan oleh panitia. Dia berharap pada pemilu berikutnya, hadiahnya bisa ditingkatkan.

”Kalau ada hadiahnya yang lebih menarik, bukan hanya alat dapur, tapi perhiasan perempuan,” harapnya.

(mr/onk/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia