Minggu, 19 May 2019
radarmadura
icon featured
Hukum & Kriminal
Bakal Lapor Badan Kehormatan DPRD

Dugaan Penganiayaan oleh Oknum Dewan Berbuntut Panjang

11 April 2019, 09: 30: 59 WIB | editor : Abdul Basri

Dugaan Penganiayaan oleh Oknum Dewan Berbuntut Panjang

PAMEKASAN – Hubungan asmara antara perempuan berinisial HS dengan anggota DPRD Pamekasan Muhammad Hadari telah retak. Selain resmi melapor ke polres atas tuduhan penganiayaan, HS juga bakal mengadu ke Badan Kehormatan (BK) dewan.

Rencana pengaduan itu disampaikan Muslim selaku kuasa hukum HS. Menurut dia, perlakuan Hadari kepada kliennya itu sangat merugikan. Kekerasan fisik hingga dugaan pemalsuan akun media sosial dilakukan.

Bukti visum menunjukkan adanya bekas pukulan. Bukti-bukti tersebut disampaikan kepada polisi. ”Semua bukti foto bekas pukulan sudah kami sampaikan kepada polisi,” ungkap dia kemarin (10/4).

Meski diduga melakukan tindak pidana, HS tidak bisa melaporkan Hadari dengan kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). Sebab, status pernikahan dua insan yang pernah dimabuk asmara itu hanya di bawah tangan. ”Mereka nikah siri,” ujarnya.

Pengaduan Hadari ke BK DPRD Pamekasan karena status suami siri HS itu masih aktif sebagai wakil rakyat. Pengaduan itu akan segera dilayangkan agar secepatnya diproses sebagaimana mestinya.

Harapannya, ada sanksi yang direkomendasikan BK DPRD terhadap politikus Nasdem itu akibat perbuatannya. Muslim juga meminta agar Partai Nasdem tidak tinggal diam.

Sebagai kader partai sekaligus anggota dewan seharusnya memberi contoh perilaku yang baik terhadap masyarakat. ”Setelah laporan dugaan penganiayaan, akan kami lanjutkan ke pemalsuan akun, lalu ke BK,” bebernya.

Menurut Muslim, HS dan Hadari menikah sejak delapan bulan lalu. Namun, sejak resmi menyandang status sebagai istri siri, dara asal Sumenep itu kerap mendapat perlakuan kasar.

Diduga, aksi oknum anggota dewan itu karena dibakar api cemburu. ”Pemukulan terjadi di kos klien kami,” katanya.

Sementara itu, Hadari belum mau buka suara. Dia enggan menanggapi laporan HS. Kepada Jawa Pos Radar Madura (JPRM), Sekretaris Komisi I DPRD Pamekasan itu berencana mendatangi Polres Pamekasan untuk memberikan klarifikasi.

Namun dengan berbagai pertimbangan, rencana tersebut batal. Hadari belum bersedia memberi statement tentang kasus yang membelitnya. ”Nanti tak kabari gimana selanjutnya,” katanya melalui pesan WhatsApp.

Untuk diketahui, Hadari dilaporkan ke polisi oleh HS tiga hari lalu. Laporan itu terkait dugaan penganiayaan. HS yang mengaku menikah secara siri dengan Hadari kerap dipukul dan pernah digigit lengan bagian kirinya.

Tidak diketahui pasti penyebab politikus berbadan tinggi itu melakukan aksi pemukulan. Tetapi menurut HS, diduga Hadari tidak terima lantaran diminta cerai. Perempuan berhijab itu meminta cerai lantaran Hadari tidak kunjung menepati janji menceraikan istri sahnya.

(mr/pen/onk/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia