Jumat, 26 Apr 2019
radarmadura
icon featured
Sampang

Setahun, Pemohon Isbat Nikah di Sampang Bisa Capai 659 Orang

26 Maret 2019, 13: 28: 21 WIB | editor : Haryanto

LENGANG: Masyarakat berada di ruang pelayanan PA Sampang.

LENGANG: Masyarakat berada di ruang pelayanan PA Sampang. (Moh. Iqbal/RadarMadura.id)

SAMPANG - Sampai saat ini, warga Sampang yang menikah secara siri masih tergolong tinggi. Hal ini, bisa dilihat dari jumlah permohonan penetapan atau isbat nikah yang diajukan ke Pengadilan Agama (PA).

Fa'iq, Panitera PA Sampang mengakui jika isbat nikah masih tinggi. "Tahun 2017 ada 532 pemohon isbat nikah. Sementara pada tahun 2018, jumlah pemohon isbat nikah meningkat menjadi 659 orang," katanya.

Dijelaskan, jumlah permohonan isbat nikah mulai Januari-Pebruari 2019 sebanyak 24 berkas. "Kami sudah memutus sebanyak 21 perkara. Sisanya masih dalam proses," lanjut Fa'iq.

Mengurus isbat nikah, kata Fa'iq, sebenarnya mudah. Cukup datang dan mendaftarkan diri ke kantor PA mengajukan permohonan. "Nanti akan kami cek sesuai ketentuan dan persyaratan yang ada," jelasnya.

Fa'iq menuturkan, hakim bisa saja menolak permohonan isbat nikah. "Misalnya karena pemohon tidak memenuhi syarat rukun nikah. Contohnya, tidak ada saksi dan wali dalam pernikahan," tuturnya.

Setelah hakim memutus, sambung Fa'iq, pemohon lalu ke Kantor Urusan Agama (KUA) untuk mendapatkan akte nikah. Itu penting untuk dimiliki sebagai syarat mengurus berbagai hal. "Kami (PA, Red) hanya memutus, KUA yang menerbitkan akte nikah," paparnya.

Fai'iq menyarankan agar tidak menikah siri. Sebab, merugikan pihak perempuan. "Bisa saja suami tiba-tiba meninggalkan istri. Kalau sudah begitu, istri tidak bisa mengurus akte kelahirannya," tandasnya. (Moh. Iqbal)

(mr/*/yan/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia