Jumat, 26 Apr 2019
radarmadura
icon featured
Politik Pemerintahan

Kadis Ketahanan Pangan Jabat Pj Sekkab

23 Maret 2019, 14: 47: 05 WIB | editor : Abdul Basri

BARU: Bupati Bangkalan R. Abdul Latif Amin Imron melantik Setijabudhi sebagai Pj Sekkab di Pendapa Agung kemarin.

BARU: Bupati Bangkalan R. Abdul Latif Amin Imron melantik Setijabudhi sebagai Pj Sekkab di Pendapa Agung kemarin. (VIVIN AGUSTIN HARTONO/RadarMadura.id)

BANGKALAN – Bupati Bangkalan R. Abdul Latif Amin Imron melantik Setijabudhi sebagai Penjabat (Pj) Sekkab di Pendapa Agung kemarin (22/3). Pelantikan tersebut dilakukan untuk mengisi kekosongan jabatan. Sebab, posisi Sekkab yang sebelumnya, Eddy Moeljono, mengambil masa persiapan pensiun (MPP).

R. Abdul Latif Amin Imron mengatakan, kewenangan Pj Sekkab sama dengan Sekkab definitif. Termasuk, perihal tunjangan dan lainnya. ”Dari pelaksana harian (Plh) Sekkab. Sekarang Pak Budhi jadi Pj Sekkab,” kata dia.

Budhi dipilih menjadi Pj Sekkab karena memiliki pengalaman cukup baik. Di samping itu, karena yang bersangkutan juga kooperatif. ”Dan yang paling penting bisa bersinergi dengan bupati-wakil bupati,” ujar mantan wakil ketua DPRD Bangkalan itu.

Meskipun Budhi sudah dilantik sebagai Pj Sekkab, tetapi yang bersangkutan tetap tidak bisa menjadi Sekkab definitif. Sebab, terkendala umur. ”Minimal umurnya 57 tahun untuk bisa jadi Sekkab. Sementara, Pak Budhi sudah tinggal satu tahun,” ucapnya.

Kendati demikian, pengisian Pj Sekkab ini sebagai persiapan untuk Sekkab definitif. Budhi diyakini bisa lebih leluasa dalam melakukan seleksi. Sebab, dia sendiri tidak bisa ikut serta mendaftarkan diri. Namun, bupati belum membocorkan rencana pengisian Sekkab definitif itu.

Pj Sekkab Bangkalan Setijadbudhi mengatakan, menjadi Pj Sekkab itu amanah. Ke depan, pihaknya akan membantu dan melaksanakan tugas sesuai visi-misi bupati. ”Ibaratnya saya hanya juru masak, ya melaksanakan tugas sebaik-baiknya,” ujar pria yang juga menjabat sebagai kepala Dinas Ketahanan Pangan Bangkalan itu.

Mantan Sekkab Eddy Moeljono tidak berkenan memberikan keterangan. Dia meminta wartawan untuk konfirmasi langsung ke bupati. ”Sudah (konfirmasi) ke sana,” katanya sambil mengarahkan ke bupati. 

(mr/daf/luq/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia