Jumat, 19 Apr 2019
radarmadura
icon featured
Bangkalan
Diseruduk Pikap, Pemotor Tewas

Satu Korban Kritis Dilarikan ke RS Surabaya

21 Maret 2019, 13: 10: 34 WIB | editor : Abdul Basri

MAKAN KORBAN: Kanit Laka Lantas Polres Bangkalan Ipda Didit Permadi menunjukkan kendaraan yang terlibat laka di halaman kantor Unit Laka Lantas kemarin.

MAKAN KORBAN: Kanit Laka Lantas Polres Bangkalan Ipda Didit Permadi menunjukkan kendaraan yang terlibat laka di halaman kantor Unit Laka Lantas kemarin. (JUPRI/RadarMadura.id)

BANGKALAN – Kecelakaan lalu lintas (laka lantas) terjadi di Jalan Raya Tonjung, Kecamatan Burneh, sekitar pukul 04.30 kemarin (20/3). Kecelakaan itu menyebabkan seorang pengendara motor tewas di tempat kejadian pekara (TKP).

Kejadian bermula saat pikap Suzuki Carry M 8326 HB yang dikemudikan Dayat, 26, bersama Wawan Hariyanto, 32, melintas di Jalan Raya Tonjung dari arah selatan dengan kecepatan tinggi. Sesampainya di TKP (dekat Mapolsek Burneh) jalan menikung ke arah barat sehingga mobil bermuatan ayam potong itu melaju agak ke kanan.

Nahas dari arah berawanan melaju sepeda motor Vario 125 M 6955 HB yang dikendarai Abdul Wahid, 32, dan istrinya, Husnul Khotimah, 32, warga Desa Telaga Nangka, Kecamatan Burneh. Karena jarak yang terlalu dekat, kecelakaan pun tidak dapat dihindarkan.

Pikap tersebut menyeruduk pengendara motor. Akibatnya, Abdul Wahid tewas di TKP dan Husnul Khotimah mengalami luka berat. Sementara Wawan Hariyanto hanya luka ringan dan Dayat mengalami cedera.

Kanit Laka Lantas Polres Bangkalan Ipda Didit Permadi membenarkan kejadian laka itu. Dia mengaku anggotanya juga sudah mendatangi TKP untuk mencari tahu penyebab pasti musibah tersebut.

”Sudah kita lakukan olah TKP. Barang buktinya juga kita amankan,” kata Didit kemarin.

Menurut dia, penyebab kecelakaan karena pengendara kurang hati-hati. Pengendara pikap melaju dengan kecepatan tinggi di TKP yang merupakan tikungan. Sementara pengendara motor tidak mengenakan helm saat berkendara.

”Kami imbau semua pengendara hati-hati, mau dekat maupun jauh, tolong perhatikan kelengkapan berkendara,” imbaunya.

Di tempat terpisah, Kepala Ruangan IGD RSUD Syamrabu Ali Imron membenarkan Husnul Khotimah dan Wawan Hariyanto menjalani perawatan di rumah sakit pelat merah tersebut. Namun karena luka yang dialami Husnul Khotimah terlalu parah, akhirnya dirujuk ke RS Angkatan Laut Surabaya.

”Yang perempuan patah tulang kaki dan tangan dirujuk ke RS AL. Kalau yang satunya (Wawan Hariyanto) tetap di sini,” tandasnya. (jup)

(mr/onk/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia