Jumat, 19 Apr 2019
radarmadura
icon featured
Features

Di Ponpes Annuqayah, KH Ma’ruf Amin Beri Ijazah Sahih Bukhari

20 Maret 2019, 12: 54: 13 WIB | editor : Abdul Basri

HORMAT: Pengasuh Pondok Pesantren Annuqayah KH Abd. A’la mencium tangan KH Ma’ruf Amin usai mendapatkan serban putih.

HORMAT: Pengasuh Pondok Pesantren Annuqayah KH Abd. A’la mencium tangan KH Ma’ruf Amin usai mendapatkan serban putih. (IMAM S. ARIZAL/RadarMadura.id)

Calon wakil presiden (cawapres) nomor urut 01 KH Ma’ruf Amin mengunjungi Pondok Pesantren (Ponpes) Annuqayah, Guluk-Guluk, Sumenep, kemarin (19/3). Kehadiran mantan Rais Aam PB NU itu disambut ribuan santri dan alumni ponpes yang didirikan KH Moh. Syarqawi tersebut.

IMAM S. ARIZAL, Sumenep

ACARA di Annuqayah kemarin tidak dikemas dalam bentuk kampanye murni, melainkan ngaji bareng dengan santri. Pada kesempatan itu, Ma’ruf Amin memberikan ijazah kitab Sahih Bukhari kepada ribuan santri dan masyarakat yang hadir.

MEMBELUDAK: Ribuan santri dan alumni Pondok Pesantren Annuqayah mengikuti acara ngaji bareng dan ijazah kitab Sahih Bukhari oleh KH Ma’ruf Amin.

MEMBELUDAK: Ribuan santri dan alumni Pondok Pesantren Annuqayah mengikuti acara ngaji bareng dan ijazah kitab Sahih Bukhari oleh KH Ma’ruf Amin. (IMAM S. ARIZAL/RadarMadura.id)

”Mungkin ini satu-satunya di dunia calon wakil presiden memberikan ijazah kitab Sahih Bukhari,” kata Ma’ruf disambut tawa santri.

Ma’ruf bersyukur karena sampai saat ini kiai-kia terus mengabdi di pesantren. Berkat pesantren, pendidikan keislaman terus dilakukan. Bahkan dari pesantren juga lahir tokoh-tokoh perubahan dan perbaikan.

”Santri tidak boleh berkecil hati, putus asa, tidak punya masa depan, dan pesimistis. Santri itu bisa jadi apa saja. Ini yang penting,” jelasnya.

Ma’ruf menjelaskan, santri bisa menjadi apa saja yang diinginkan. Bisa jadi kiai, saudagar atau pengusaha, kepala daerah, baik tingkat kabupaten atau provinsi. Dia menuturkan, banyak kepala daerah di Jawa Timur yang berlatar belakang santri.

Dia mencontohkan, Bupati Sumenep A. Busyro Karim merupakan pengasuh pondok pesantren. Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin, Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruhzanul Ulum juga santri.

”Bisa juga jadi wakil presiden Republik Indonesia,” katanya disambut tepuk tangan meriah ribuan santri. ”Bisa juga jadi presiden seperti Gus Dur. Gus Dur santri bukan? Jadi presiden apa tidak? Bisa. Mudah-mudahan ke depan ada lagi presiden yang dari santri. Siapa tahu presidennya dari santri Annuqayah, Guluk-Guluk. Amin ya rabbal alamin,” imbuhnya.

Zannuba Ariffah Chafsoh Rahman Wahid atau yang akrab disapa Yenny Wahid beserta sejumlah ulama dari wilayah Jawa Timur turut hadir ke Ponpes Annuqayah. Yenny mengajak santri untuk memenangakan pasangan Joko Widodo-Ma’ruf Amin.

Menurut dia, hanya santri yang bisa memperjuangkan santri. Bahkan dia mengajak santri mengingat nama dirinya, yakni Wahid, pada saat pencoblosan 17 April 2019. ”Apa artinya Wahid?” tanya Yenny dan langsung dijawab ”satu” oleh ribuan warga yang hadir.

(mr/hud/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia