Jumat, 26 Apr 2019
radarmadura
icon featured
Sumenep

Sempit dan Bergelombang, DPR RI Sebut Jalan Nasional Kayak Jamu Madura

BBPJN Siap Memperbaiki dan Memperlebar

19 Maret 2019, 23: 09: 39 WIB | editor : Haryanto

Kabid Preservasi dan Peralatan I BBPJN VIII Surabaya-Sodeli

Kabid Preservasi dan Peralatan I BBPJN VIII Surabaya-Sodeli (Bahrul Umum/RadarMadura.id)

SUMENEP - Komisi V DPR RI melakukan kunjungan kerja spesifik dalam rangka peninjuan infrastruktur dan transportasi Madura, Senin (19/3). Anggota legislator pusat mengunjungi Bandara Trunojoyo dan Pelabuhan Kalianget di Sumenep.

Kunjungan kerja komisi V menggunakan bus, lewat jalur darat. Berangkat dari Bandara Juanda Sidoarjo menuju Sumenep. RadarMadura.id juga ikut rombongan. Sepanjang perjalanan, dewan mengamati kawasan yang dilewati. Termasuk, menikmati sensasi berkendara di Madura.

Wakil Ketua Komisi V DPR RI Ir. H. Sigit Sosiantomo mengomentari kondisi jalan mulai Bangkalan sampai Sumenep. Selain berlubang dan bergelombang, jalan nasional juga sempit. Akses jalan menuju Bandara Trunojoyo juga sempit. Bus kesulitan masuk bandara.

Karena itu, pihaknya meminta Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) VIII Surabaya melakukan pelebaran dan dilakukan perbaikan.

"Tolong direview ulang jalan dari Surabaya ke Sumemep. Jalannya semakin sempit. Seperti jamu Madura, semakin sempit. Terutama akses menuju Bandara Trunojo," pinta politisi dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu.

Kabid Preservasi dan Peralatan I BBPJN VIII Surabaya Sodeli mengaku, pemerintah pusat melalui instansinya sudah memperhatikan kondisi jalan raya nasional di Madura. Karena itu, setiap tahun digelontorkan anggaran puluhan milyar untuk perbaikan.

Buktinya, kata Sodeli, tahun 2018 dianggarkan Rp 94 miliar untuk perbaikan jalan nasional di Madura.  "Sementara pada tahun ini, dana yang digelontorkan untuk perbaikan jalan nasional sebesar Rp 92 miliar," katanya.

Menurut Sodeli, panjang jalan nasional di Madura sekitar 322 kilometer. Dibutuhkan anggaran sekitar Rp 300 miliar untuk perbaikan. Itu agar nyaman dilewati kendaraan. "Kalau untuk pelebaran, biayanya lebih mahal lagi," terangnya.

Sodeli menambahkan, Pemkab Sumenep telah mengusulkan agar akses jalan menuju Bandara Trunojoyo diperbaiki dan diperlebar. Panjang akses jalan Bandara Trunojoyo sekitar 4 kilometer. "Tinggal menunggu anggaran," tandasnya.

(mr/bam/yan/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia