Kamis, 21 Mar 2019
radarmadura
icon featured
Politik Pemerintahan

Wow, Anggota Dewan Sebulan Terima Rp 37 Juta

Tidak Ada Laporan Jarang Ngantor

06 Maret 2019, 14: 11: 29 WIB | editor : Abdul Basri

Wow, Anggota Dewan Sebulan Terima Rp 37 Juta

SAMPANG – Uang yang dikeluarkan tiap bulan untuk gaji anggota DPRD Sampang tidak sedikit. Tiap wakil rakyat menguras APBD Rp 33 juta hingga Rp 37 juta per bulan.

Sekretaris DPRD Sampang Moh. Anwari Abdullah mengatakan, ada lima tunjangan yang diperoleh 45 wakil rakyat selain gaji pokok. Yaitu, tunjangan jabatan, perumahan, transportasi dan komunikasi, serta tunjangan reses.

Ada tiga klasifikasi pemberian gaji dan tunjangan. Meliputi ketua DPRD, wakil ketua, dan anggota. Gaji dan tunjangan ketua dewan tiap bulan bisa mencapai Rp 37 juta, wakil ketua Rp 34 juta, dan anggota Rp 33 juta. ”Gaji tiap anggota dewan memang di atas tiga puluh juta. Tapi, masih dipotong pajak 15 persen,” katanya kemarin (5/3).

Anwari menyatakan, tunjangan reses diberikan tiga kali dalam setahun. Tunjangan tersebut diberikan secara merata kepada wakil rakyat. Baik ketua, wakil ketua, dan anggota sebesar Rp 10.500.000. ”Kami hanya mengelola gaji dan tunjangan anggota dewan. Dana lainnya seperti hibah tidak ada di kami,” ungkapnya.

Koordinator Jaringan Kawal Jawa Timur (Jaka Jatim) Sidik mengatakan, gaji, tunjangan, dan fasilitas yang diberikan kepada wakil rakyat di Sampang cukup fantastis. Menurut dia, sebenarnya itu sudah sesuai dengan tanggung jawab yang dibebankan.

Akan tetapi, banyak wakil rakyat yang tidak mengetahui dan sadar akan tanggung jawab serta fungsinya. Karena itu, anggota dewan terkesan makan gaji buta setiap bulan. ”Upah yang diterima tiap bulan cukup fantastis. Tapi, apa yang dilakukan oleh dewan selama ini? Masih banyak yang bolos, bahkan ada yang tidak masuk sama sekali dalam setahun,” katanya.

Dia menilai, pimpinan DPRD Sampang tidak tegas menindak anggota yang nakal. Tak hanya itu, badan kehormatan (BK) yang terbentuk tidak jalan. ”Bukan rahasia umum bahwa anggota dewan di Sampang jarang ngantor. Baru kalau ada acara keluar kota kompak,” ungkapnya.

Sidik berharap budaya tersebut dirubah agar fungsi DPRD sebagai lembaga legislasi, budgeting, dan controlling tercapai. ”Dalam satu tahun perda yang dihasilkan DPRD tidak begitu menonjol. Bahkan perda yang mestinya diselesaikan tahun lalu molor sampai tahun ini,” ujarnya.

Wakil Ketua DPRD Sampang Fauzan Adhima mengatakan, lebih banyak gaji anggota dibandingkan pimpinan. Sebab, anggota memperoleh tunjangan transportasi, sedangkan pimpinan tidak. ”Minggu ini anggota dewan memang sedang menjalani reses. Jadi, wajar jika banyak yang tidak masuk kantor,” katanya.

Berkaitan dengan kedisiplinan sebelumnya-sebelumnya, Fauzan menegaskan bahwa sampai saat ini belum ada laporan mengenai anggota dewan yang jarang ngantor. Namun, pihaknya menegaskan kepada anggota dewan supaya disiplin masuk kantor.

Tak hanya itu, pihaknya mengaku sering mengingatkan anggota dewan mengenai tugas dan fungsinya sebagai wakil rakyat. ”BK dan Sekwan tidak ada laporan kepada kami,” tukasnya.

(mr/rus/hud/bas/JPR)

Jawa Pos Digital
E-Paper
 TOP
Artikel Lainya
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia