Jumat, 26 Apr 2019
radarmadura
icon featured
Bangkalan

Target Tiap Tahun Kembangkan Dua Wisata

Septriana: Medsos Efektif untuk Promosi

01 Maret 2019, 12: 53: 23 WIB | editor : Abdul Basri

POTENSIAL: Wisatawan berkunjung ke Bukit Kapur Jaddih, Kecamatan Socah, Bangkalan, kemarin.

POTENSIAL: Wisatawan berkunjung ke Bukit Kapur Jaddih, Kecamatan Socah, Bangkalan, kemarin. (A.YUSRON FARISANDY/RadarMadura.id)

BANGKALAN – Pengembangan wisata di Bangkalan masuk dalam rencana induk pembangunan pariwisata kabupaten (rippparkab). Pedoman tersebut sebagai petunjuk arah pengembangan wisata 15 tahun ke depan. Pemerintah setiap tahun menargetkan dua destinasi wisata dikembangkan.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Bangkalan Lily Setiawaty Mukti menyampaikan, pihaknya mulai melakukan penataan pengembangan wisata. Saat ini bermunculan destinasi wisata baru, seperti Pantai Bumi Anyar Arosbaya, Air Terjun Bidadari Durjan, dan Air Terjun Galis.

”Kami punya ripparkab. Tahun ini akan dibentuk perbup (peraturan bupati, Red),” ungkapnya kemarin (28/2).

Septriana Tangkary Direktur Informasi dan Komunikasi Perekonomian dan Maritim Kemenkominfo.

Septriana Tangkary Direktur Informasi dan Komunikasi Perekonomian dan Maritim Kemenkominfo. (BADRI STIAWAN/RadarMadura.id)

Pengelolaan wisata harus memenuhi izin. Di Bangkalan, sebagian besar pengelolaan wisata belum berizin. Untuk itu, pihaknya mendorong semua pengelola wisata, khususnya wisata alam, mengurus izin pengelolaan.

”Sesuai UU wisata, bagi wisata yang tidak punya izin ada sanksi. Memang hampir semua wisata alam di Bangkalan belum berizin,” ujar mantan Kepala Dinas KB P3A Bangkalan itu.

Pihakya akan membantu pengurusan izin pengelolaan tempat wisata. Tahun ini, kata Lily, pihaknya akan mendata wisata yang belum berizin. Pihaknya bekerja sama dengan dinas terkait untuk lebih mempermudah proses perizinan.

Ketentuan izin pengelolaan wisata sudah disosialisasikan kepada para pengelola wisata di Bangkalan. ”Kami hanya membantu kekurangan apa saja untuk mengurus perizinan pariwisata. Tahun 2017 dan 2018 kami sudah sosialisasikan,” ucapnya.

Dia mendesak ketentuan tentang perizinan dipenuhi para pengelola destinasi wisata. Mengingat, sudah ada regulasi yang mengatur mengenai izin pengelolaan pariwisata. Berbeda dengan dahulu yang bisa dijalankan tanpa perlu ada izin pengelolaan. ”Sekarang perlu izin. Kami siap membantu untuk mempermudah perizinan,” janjinya.

Lily menambahkan, pihaknya mendata, terdapat 20 destinasi wisata di Bangkalan. Namun, tahun ini berubah. Ada tambahan destinasi wisata baru, seperti Pantai Bumi Anyar Arosbaya, Air Terjun Bidadari Durjan, dan Air Terjun Galis.

Selain menggenjot izin dan pengangkatan wisata baru di Bangkalan, pihaknya memprogramkan pengembangkan wisata setiap tahun. Direncanakan ada dua destinasi wisata yang akan dikembangkan setiap tahun.

”Kami perbaiki agar digandrungi wisatawan. Tahun ini rencananya Pantai Siring Kemuning dan Hutan Mangrove Kecamatan Sepulu akan dikembangkan,” ujar Lily.

Direktur Informasi dan Komunikasi Perekonomian dan Maritim Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) Septriana Tangkary mengutarakan, promosi wisata sangat diperlukan untuk mendongkrak peningkatan kunjungan wisata di Bangkalan. Menurutnya, promosi wisata saat ini lebih mudah dilakukan menggunakan media sosial (medsos).

Wisata tidak hanya dipromosikan secara konvensional. Promosi menggunakan media sosial dianggap efektif. Mengingat pengguna medsos setiap tahun terus bertambah. ”Khusus di Bangkalan, kami ingin mengajak pemuda untuk bersama mengangkat konten wisata. Baik wisata religi, alam, budaya, dan lainnya,” ajaknya.

Perkembangan pariwisata mampu mendongkrak perekonomian di Bangkalan. Melalui pariwisata, banyak wisatawan yang akan berkunjung. Septriana mengajak masyarakat menggerakkan ekonomi kerakyatan, salah satunya pariwisata. ”Bangkalan ini punya potensi yang cukup besar. Kalau bukan kita, siapa yang akan mempromosikan,” pungkasnya.

(mr/bad/hud/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia