Minggu, 17 Feb 2019
radarmadura
icon featured
Sampang

30 Desa di Sampang Belum Memiliki BUMDes

12 Februari 2019, 14: 21: 54 WIB | editor : Abdul Basri

TELATEN: Warga binaan BUMDes Jelgung saat membuat tas.

TELATEN: Warga binaan BUMDes Jelgung saat membuat tas. (DPMD Sampang for RadarMadura. id)

SAMPANG - Pemanfaatan Dana Desa (DD) yang dialokasikan untuk mengelola Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) di Sampang masih belum maksimal. Buktinya, ada 30 desa di Kota Bahari belum memiliki BUMDes.

Berdasar data yang dihimpun RadarMadura.id, dari 180 desa se-Sampang, baru 150 desa yang memiliki BUMDes. Artinya, ada 30 desa yang belum memiliki BUMDes. Konon, dari 150 BUMDes yang ada, hanya 52 yang aktif.

Jufri, Kasi Pemberdayaan Lembaga dan Usaha Ekonomi DPMD Sampang membenarkan hal tersebut. "Ada 52 BUMDes yang sehat dan sisanya kurang maksimal mengelola," katanya.

Menurut Jufri, pengelolaan BUMDes tergantung kepala desa. "Kami hanya mendorong dan memberikan pemahaman mengenai penting dan manfaat BUMDes," paparnya.

Dijelaskan, salah satu kendala mengelola BUMDes adalah minimnya SDM yang kompeten. "Aparatur desa kadang ada yang belum mengetahui potensi di desanya. Sehingga, bingung apa yang bisa dijadikan BUMDes," ujarnya.

Jufri menegaskan, institusinya akan terus memberikan pemahaman kepada semua desa akan pentingnya BUMDes. "Sehingga, semua desa di Sampang memiliki BUMDes dan mengelolanya secara maksimal," paparnya.

Sampai saat ini, kata Jufri, yang paling banyak dikelola di BUMDes unit simpan pinjam dan persewaan peralatan pesta. "Ke depan, semoga BUMDes dapat memberikan bermanfaat bagi masyakat desa," jelasnya. (Moh. Iqbal)

(mr/yan/bas/JPR)

Jawa Pos Digital
E-Paper
 TOP
Artikel Lainya
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia