Minggu, 17 Feb 2019
radarmadura
icon featured
Sumenep

Belum Ada Lelang Pembangunan

ULP Sebut Masih Tahap Persiapan

12 Februari 2019, 13: 41: 23 WIB | editor : Abdul Basri

IKONIK: Pengendara berseliweran di area kantor pemkab terpadu Sumenep kemarin. Pembangunan kawasan ini rencananya dilanjutkan tahun ini dengan pagu lebih dari Rp 9 miliar.

IKONIK: Pengendara berseliweran di area kantor pemkab terpadu Sumenep kemarin. Pembangunan kawasan ini rencananya dilanjutkan tahun ini dengan pagu lebih dari Rp 9 miliar. (IMAM S. ARIZAL/RadarMadura.id)

SUMENEP – Harapan agar pelaksanaan pembangunan berjalan lebih cepat sulit terwujud. Pasalnya, sampai saat ini tahap persiapan pembangunan belum tuntas. Jangankan fisik, proses lelangnya juga belum dilaksanakan.

Pantauan RadarMadura.id, hingga kemarin (11/2), belum ada paket proyek pembangunan yang dilelang di Layanan Pengadaan secara Elektronik (LPSE) Sumenep. Data yang tertera di situs tersebut hanya paket-paket APBD 2018.

Kepala Bagian Unit Layanan Pengadaan Setkab Sumenep Mustangin membenarkan belum ada proyek yang dilelang. Menurut dia, organisasi perangkat daerah (OPD) masih sibuk mengunggah rencana umum pengadaan (RUP).

 ”Memang belum ditayangkan karena dari dinas-dinas belum meng-upload RUP,” kata Mustangin. ”Minggu kemarin kita memberi surat lagi ke dinas agar segera meng-upload RUP dan batas terakhir hari ini,” tambahnya.

Dia menjelaskan, semua OPD wajib mengunggah RUP. Sebab, RUP menjadi landasan bagi ULP untuk pelelangan. ”Kalau sudah RUP selesai, langsung ditayangkan lelangnya,” tegas Mustangin.

Hingga kemarin siang, masih ada empat OPD yang belum selesai mengunggah RUP. Untuk pemerintah kecamatan juga masih tersisa tujuh kecamatan yang belum selesai. Pihaknya berharap, yang belum selesai segera menuntaskannya.

”Pengajuan lelang sudah ada jadwal dari masing-masing OPD,” tukas mantan Kabag Perekonomian Setkab Sumenep itu.

Sementara itu, Ketua Komisi III DPRD Sumenep H Zainal Arifin mendesak seluruh OPD agar menyelesaikan persiapan lelang pembangunan. Dia meminta pembangunan di Sumenep tidak molor. Sebab, masyarakat Sumenep yang akan dirugikan.

”Jangan seperti tahun 2018 lalu. Banyak pekerjaan yang tidak selesai. Bahkan, anggaran pembangunan hanya terserap sekitar 80 persen,” katanya.

(mr/mam/han/bas/JPR)

Jawa Pos Digital
E-Paper
 TOP
Artikel Lainya
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia