Minggu, 17 Feb 2019
radarmadura
icon featured
Hukum & Kriminal

Main Judi Online, Polres Sumenep Tangkap Warga Batuan di Warnet

12 Februari 2019, 13: 04: 24 WIB | editor : Abdul Basri

TAK BERKUTIK: Mulyadi saat ditangkap polisi di warnet Singa.net.

TAK BERKUTIK: Mulyadi saat ditangkap polisi di warnet Singa.net. (UBAY SHABARO/RadarMadura.id)

SUMENEP - Mulyadi, warga Desa Gunggung, Kecamatan Batuan ditangkap polisi kemarin (11/2) sekitar pukul 12.00. Sebab, pria berusia 33 tahun asal Dusun Congcongan itu asyik bermain judi online jenis Roulette.

Informasinya, tim opsnal Satreskrim Polres Sumenep menangkap Mulyadi di bilik nomor 08 Warnet Singa.net. Penangkapan yang dilakukan di Jalan Dr Cipto itu, mengagetkan pengelola dan pengunjung warnet.

Kasus ini terungkap, setelah polisi mendapat laporan tersangka sering berjudi online. Polisi lalu melakukan penyelidikan intensif. Saat mendeteksi tersangka berjudi di warnet Singa.net, polisi langsung menciduk Mulyadi.

ONLINE: Polisi menunjukkan notifikasi situs judi online sedang aktif.

ONLINE: Polisi menunjukkan notifikasi situs judi online sedang aktif. (Ubay Shabaro/RadarMadura.id)

Kepada polisi, Mulyadi mengaku bisa berjudi online setelah membeli chip ke Kristin Asih Amelia sebesar 645 ribu lewat rekening BRI. Selanjutnya, membuat akun bernama WINS.23 di situs judi online Dewa Kasino.

Polisi menyita barang bukti (BB) berupa bukti transfer dari Mulyadi ke rekening BRI 0095-0100-3401-533 atas nama Wiwin Setianingsih sebesar Rp 695 ribu.Termasuk satu HP, kartu ATM BRI bernomor seri  6013-0100-1403-4269 atas nama Wiwin Setia Ningsih.

Dari tangan Mulyadi, polisi juga menemukan BB bukti transfer dari Wiwin Setianingsih ke rekening BRI 3149-0100-3554-506 atas nama Kristin Asih Amelia sebesar Rp 645 ribu. Plus uang senilai Rp 5 ribu bernomor seri UAE909024 dan seperangkat komputer.

Kasubbaghumas Polres Sumenep AKP Mohamad Heri mengatakan, saat ditangkap tersangka hendak bermain 50 putaran dan baru meraup kemenangan sebesar Rp 3 ribu. Saat mau melanjutkan permainan, kaget karena digerebek polisi.

"Tersangka dijerat pasal 45 ayat (2) Undang Undang Nomor 19 tahun 2016 tentang perubahan atas Undang Undang Nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. Ancaman hukuman paling lama enam tahun atau denda paling banyak Rp 1 miliar," tegasnya. (Ubay Shabaro)

(mr/yan/bas/JPR)

Jawa Pos Digital
E-Paper
 TOP
Artikel Lainya
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia