Sabtu, 20 Apr 2019
radarmadura
icon featured
Pamekasan

Samsat Pamekasan Ternyata Tempati Posisi Kelima

Capaian Pendapatan Pajak Kendaraan se-Jatim

11 Februari 2019, 20: 10: 04 WIB | editor : Abdul Basri

TERTIB: Warga saat dilayani di kantor Bersama Samsat Pamekasan.

TERTIB: Warga saat dilayani di kantor Bersama Samsat Pamekasan. (HERLINA TRISUKMA/RadarMadura.id)

PAMEKASAN - Dibanding kabupaten lain di Madura, kesadaran masyarakat Pamekasan membayar pajak kendaraan terbilang bagus. Buktinya, pendapatan pajak Samsat Pamekasan tahun 2018 berada di posisi tertinggi ke 5 se-Jawa Timur.

Sunardi, petugas pengolahan data pelayanan perpajakan (PDPP) Kantor Bersama Samsat Pamekasan mengatakan, tiap tahun pendapatan Samsat mencapai target. Artinya, kesadaran masyarakat membayar pajak kian meningkat.

"Untuk tahun ini saja, kita mencapai sekitar 20 persen melebihi target. Kita sudah di posisi ke-5 di Jawa Timur," katanya.

Kendati demikian, Sunardi mengaku masyarakat yang tidak membayar pajak juga masih banyak. "Yang belum bayar pajak juga banyak, itu jadi piutang. Tapi kita optimistis masyarakat Pamekasan taat membayar pajak," paparnya.

Untuk menggenjot pembayaran pajak kendaraan, kata Sunardi, intitusinya melakukan jemput bola kepada masyarakat yang sudah waktunya membayar pajak kendaraan.

"Petugas kami door to door untuk mengingatkan pemilik kendaraan bahwa sudah saatnya membayar pajak. Selanjutnya, petugas kami juga mengingatkan via layanan telepon," kata Sunardi.

Sunardi memaparkan, saat ini institusinya juga telah memberikan kemudahan bagi masyarakat yang ingin membayar pajak. Seperti membuka layanan di mall pelayanan publik dan samsat layanan unggulan berupa samsat keliling.

"Bagi masyarakat yang bekerja pada pagi hingga sore hari, dan tidak sempat bayar pajak di jam kerja, silahkan datang ke samsat keliling. Pelayanan samsat keliling sampai malam," terangnya.

Sunardi juga mengimbau kepada masyarakat agar membayar pajak kendaraan tepat waktu, dan jangan lewat calo."Kalau lewat calo biayanya bisa lebih mahal. Gak mau kan kalau bayar mahal," imbaunya. (Herlina Trisukma)

(mr/yan/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia