Minggu, 17 Feb 2019
radarmadura
icon featured
Sumenep

Petani Padi Bisa Rugi Jutaan Rupiah

11 Februari 2019, 09: 17: 42 WIB | editor : Abdul Basri

TERGENANG: Ida Musai menunjukkan puluhan hektare lahan padi di Desa Sendir, Kecamatan Lenteng, Sumenep, yang tergenang banjir, kemarin.

TERGENANG: Ida Musai menunjukkan puluhan hektare lahan padi di Desa Sendir, Kecamatan Lenteng, Sumenep, yang tergenang banjir, kemarin. (IMAM S. ARIZAL/RadarMadura.id)

SUMENEP – Petani di Desa Sendir, Kecamatan Lenteng, Sumenep, mengelus dada. Tanaman padi mereka yang sudah sebulan lebih ditanam tergenang banjir. Tak tanggung-tanggung, lahan padi yang tergenang diperkirakan mencapai puluhan hektare.

Ida Musai, 60, salah seorang warga Sendir mengatakan, banjir yang menggenangi persawahan terjadi sejak kemarin pagi. Banjir terjadi karena pada dini hari kemarin turun hujan deras dengan intensitas tinggi. Tiga sungai yang berada di wilayah Desa Sendir tak mampu menampung aliran air hujan.

”Ini air sungai yang dari arah barat jebol lalu masuk ke persawahan. Bahkan, rumah saya tadi pagi juga tergenang banjir,” kata Musai saat ditemui di lahan padi kemarin.

Menurut dia, ini bukan kali pertama area persawahan di Desa Sendir tergenang banjir. Nyaris setiap tahun ada banjir yang menyebabkan puluhan hektare tanaman padi rusak. Terlebih jika genangan air di persawahan lebih dari satu hari belum surut. ”Kalau genangan air ini bertahan hingga dua hari, tanaman padi bisa mati,” tegasnya.

Padahal untuk menanam padi butuh modal yang tidak sedikit. Jika lahan padi mencapai satu hektare, petani harus mengeluarkan modal jutaan rupiah. Itulah sebabnya petani di Desa Sendir saat ini waswas. ”Saya perhatikan air di sungai juga masih tinggi dan terus meluap ke sawah. Ini membuat waswas,” tegasnya.

Jika memang petani harus gagal tanam, pihaknya berharap pemerintah tidak berpangku tangan. Dia meminta pemerintah bisa menyalurkan bantuan kepada petani. Setidaknya bantuan bisa mengurangi beban penderitaan yang dirasakan akibat tanaman padi tergenang banjir.

”Dulu biasanya dapat bantuan sembako. Tidak tahu sekarang. Mudah-mudahan dibantu oleh pemerintah,” harapnya.

Kabid Tanam Pangan dan Hortikultura Dispertapahorbun Sumenep Habe Hajat mengaku belum mendapatkan laporan terkait lahan padi yang tergenang banjir. Tapi kemarin dia menyatakan akan memerintahkan petugas untuk meninjau lokasi.

Dia berharap genangan air segera surut agar tanaman padi tidak mati. ”Kalau genangannya tidak sampai dua hari, insyaallah tidak akan membuat tanaman padi mati,” katanya.

Kalaupun tanaman padi mati, pihaknya akan berupaya agar petani terdampak mendapatkan bantuan. Namun, untuk mendapat bantuan, terlebih dahulu harus ada laporan secara tertulis dari bawah.

Laporan itu kemudian menjadi dasar untuk mengajukan bantuan kepada pemerintah provinsi. ”Bantuan dari pemerintah provinsi. Kalau dari pemerintah kabupaten tidak ada anggarannya,” tukas dia. 

(mr/mam/hud/bas/JPR)

Jawa Pos Digital
E-Paper
 TOP
Artikel Lainya
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia