Selasa, 23 Apr 2019
radarmadura
icon featured
Pamekasan

Jual Batik, Perajin Masih Andalkan Pasar Tradisional

10 Februari 2019, 16: 30: 45 WIB | editor : Abdul Basri

TELATEN: Warga Kampung Kosambi saat membatik pada Minggu (10/1).

TELATEN: Warga Kampung Kosambi saat membatik pada Minggu (10/1). (Santi Stia Wardani/RadarMadura.id)

PAMEKASAN - Batik khas Pamekasan menjadi salah satu aset daerah yang kini coba dipromosikan oleh pemkab. Buktinya, kendaraan dinas di lingkungan pemkab ditempeli stiker bermotif batik.

Endang, pemilik sentra batik di Kelurahan Kowel mengaku senang atas kebijakan Pemkab Pamekasan. Harapannya, bisa mengangkat citra batik Pamekasan dan kesejahteraan perajin batik meningkat.

Menurut Endang, membutuhkan tahapan panjang untuk menghasilkan batik berkualitas. Batik bisa dibuat setelah melewati proses pembuatan corak, mengukir malan, pemberian obat hingga peluruhan malan.

"Untuk membuat satu potong batik berkualitas, bisa menelan waktu 7 hari hingga 14 hari. Harganya variatif mulai Rp 65.000 sampai Rp 150.000. Dalam sebulan, pembatik bisa membuat dua hingga tiga potong," ujarnya.

Dijelaskan, batik Pamekasan yang biasa diproduksi adalah batik kerang, batik seset, batik mu'ramuk (akar-akaran), dan batik sekar jagat. "Sejak dipromosikan oleh pemkab, batik sekar jagat kian diminati," ungkap Endang.

Perajin batik berusia 35 tahun itu menambahkan, batik buatannya dipasok ke Sumenep dan Bangkalan. Khusus di Pamekasan dititipkan ke pedagang Pasar 17 Agustus. "Butuh waktu yang lama untuk menunggu kabar lakunya batik," terangnya.

Selain meregenerasi pembatik, eksistensi batik juga tergantung pemasaran. Selama 16 tahun membatik, Endang hanya piawai membuat batik berkualitas. Selain di pasar dan dititipkan ke relasinya, Endang mengaku tidak tahu lagi cara memasarkan.

"Industri batik rumahan berpotensi tembus ke pasar yang lebih luas. Tapi, perlu dibantu fasilitas dan dilatih oleh pemkab. Pelatihan dan bantuan pemasaran secara intens dari pemkab akan menjadi penyeimbang promosi yang dilakukan selama ini," tandasnya. (Santi Stia Wardani)

(mr/yan/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia