Minggu, 17 Feb 2019
radarmadura
icon featured
Sumenep

Penarikan Retribusi Masuk Pasar di Sumenep Masih Manual

10 Februari 2019, 14: 58: 46 WIB | editor : Abdul Basri

HARUS DITAGIH: Juru parkir menagih retribusi masuk ke pengunjung Pasar Anom Baru.

HARUS DITAGIH: Juru parkir menagih retribusi masuk ke pengunjung Pasar Anom Baru. (Ubay Shabaro/RadarMadura.id)

SUMENEP - Pengelolaan pasar di Sumenep sebagian masih memakai cara konvensional. Meski disperindag menerapkan e-retribusi bagi pedagang, tapi khusus retribusi masuk pasar masih manual. Seperti yang terlihat di Pasar Anom Baru Sumenep, Minggu (10/2).

Dari amatan RadarMadura.id, penarikan retribusi bagi masyarakat yang ingin berbelanja menggunakan cara manual. Mirisnya, kebanyakan masyarakat pengunjung tidak membayar retribusi.

Moh Adam, Kepala Pasar Anom Baru Sumenep mengakui hal tersebut. "Kadang ada yang nakal dan tidak membayar retribusi saat masuk. Tapi ketika memarkir sepeda motor atau mobil, pasti kami minta," katanya.

Untuk menerapkan e-retribusi saat masuk pasar, lanjut Moh Adam, masih terkendala anggaran. "Kami masih belum mengetahui kapan dinas akan menerapkan e-retribusi untuk Pasar Anom Baru," imbuhnya.

Nurul Salam, Ketua Komisi II DPRD Sumenep mengatakan, e-retribusi masuk pasar di Sumenep penting untuk segera diterapkan. "Sebab, nantinya diharapkan bisa meminimalisir kebocoran," katanya.

Penerapan e-retribusi bagi pedangang, pengunjung, dan parkir nantinya bisa meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD). "Hal itu sedang kami diskusikan dengan dinas terkait agar bisa direalisasikan," imbuhnya. (Ubay Shabaro)

(mr/yan/bas/JPR)

Jawa Pos Digital
E-Paper
 TOP
Artikel Lainya
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia